Pasar Kayu Muntilan, Lokasi Syuting Gadis Kretek

Pasar Kayu Muntilan, Lokasi Syuting Gadis Kretek yang Estetik

Pasar Kayu Muntilan adalah pemberhentian kami setelah selesai makan di Warung Sop Empal Bu Haryoko, yang saya bahas di tulisan sebelumnya. Saya ingin mengunjunginya karena Pasar Kayu Muntilan adalah lokasi syuting serial Netflix Gadis Kretek yang saya suka banget. Saya penasaran seperti apa suasananya. Kalian penasaran juga nggak?

Baca tulisan sebelumnya dalam Muntilan Series:

Lokasi Pasar Kayu Muntilan

Kompleks Pasar kayu Muntilan berada didesa Tamanagung kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kompleks Pasar Kayu Muntilan, Lokasi Syuting Gadis Kretek
Kompleks Pasar Kayu Muntilan

Perjalanan dari Warung Sop Empal bu Haryoko ke Kompleks Pasar Kayu ini sekitar 8 menit menggunakan mobil, atau sekitar 4km. Kita bisa parkir di dalam kompleks ini ya.

Baca juga: Cerita dibalik rona wastra batik tulis Lasem

Disambut Keramahan Warga di Pasar Kayu Muntilan

Saat kami sampai, matahari sedang terik-teriknya. Namun panasnya tidak menyengat karena masih banyak angin yang berhembus.

Lorong Gadis Kretek
Lorong Gadis Kretek

Syahdu. Itu hal yang pertama kali saya tangkap di tempat ini. Vibesnya tenang, aman, nyaman. Sesekali terdengar suara mesin pemotong kayu. Tidak banyak orang di tempat ini. Hanya beberapa gelintir warga yang sedang bekerja, atau penjaga warung yang semuanya, ramah menyapa kami.

Sesaat setelah kami turun dari mobil, seorang bapak memberi tahu lokasi syuting. “Itu jalannya kesana Mbak. Lokasi syutingnya ada plang Kedai dan Toko Kayu.”

Saya pun mengucapkan terima kasih ke bapak tersebut. Dan setiap bertemu warga berikutnya, kami diberi tahu arah menuju lokasi yang ingin kami tuju. Kami berlima berjalan beriringan, sambil melihat-lihat jenis kayu yang dijual di Kompleks Pasar Kayu ini.

Hingga akhirnya kami sampai di Warung Yu Peni, yang ada dalam Serial Gadis Kretek.

Warung Yu Peni di Serial Gadis Kretek, Kota M Gadis Kretek
Warung Yu Peni di Serial Gadis Kretek

Menurut Ibu pemiliknya, nama warung di Plang tersebut bukanlah namanya. Melainkan properti syuting. Ia tidak diperbolehkan menurunkannya, karena katanya akan digunakan kembali.

Wah, apakah ini bocoran kalau serial Gadis Kretek akan ada Sekuelnya?

Baca juga: Sejenak Mengenal Opa Lo, Pemilik Rumah Oma Opa Lasem

Kedai Kopi Tempat Jeng Yah Bernegosiasi Bisnis Rokok Kretek

Yang dicari akhirnya ketemu. Kedai kopi dimana Jeng Yah menemani ayahnya bernegosiasi bisnis dengan calon pembeli rokok kreteknya. Disinilah kita bisa melihat intuisi Jeng Yah yang tajam, sebagai pengusaha wanita, yang di jamannya tentu saja seringkali dipandang sebelah mata.

Oh iya, hati saya menghangat ketika ada seorang bapak dari dunia nyata, meminjamkan sepeda onthelnya untuk diletakkan di depan bangunan kedai. Untuk foto kami, katanya. Hasilnya jadi lebih estetik dan lebih hidup.

Lokasi Syuting Gadis Kretek, Pasar Kayu Muntilan
Bapak yang meminjamkan sepeda untuk properti foto

Waktu berfoto disini, seketika ingatan saya kembali ke setiap adegan di series Gadis Kretek yang memang banyak diambil di Pasar Kayu Muntilan.

Di Depan Kedai Kopi Pasar Kayu Muntilan
Di Depan Kedai Kopi Pasar Kayu Muntilan
Lokasi Syuting Gadis Kretek
Toko Merah, Lokasi Syuting Gadis Kretek

Lalu lokasi dimana ia bertemu dengan Soeraja, dan juga Toko Merah, yang menjadi inti dari masalah yang dialami Jeng Yah dan Soeraja.

Sengaja tak saya ceritakan disini, karena buat kalian yang belum nonton, saya nggak spoiler ya.

Toko Widjaja, Gadis Kretek
Toko Widjaja, Gadis Kretek
Rumah Merah Pasar Kayu Muntilan, Pasar Kayu Muntilan
Rumah Merah Pasar Kayu Muntilan

Pasar Kayu Muntilan, Sederhana namun Sarat Makna

Kami berfoto di beberapa spot sederhana, tapi estetik. Camera friendly deh. Alhamdulillah, cuaca juga mendukung. Langit muntilan siang itu sangat biru, dengan awan-awan yang bergelayut manis di angkasa.

Spot foto di Pasar Kayu Muntilan
foto bareng di Pasar Kayu Muntilan

Buat saya, tempat ini sayang untuk dilewatkan jika kalian ke Muntilan, atau sedang perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang maupun sebaliknya.

Tempat ini indah, warganya ramah, dan juga menyenangkan untuk berfoto. Apalagi buat kalian yang suka tempat legendaris dan kuno seperti saya. Pasti kalian suka.

Berpose di Pasar Kayu Muntilan
Berpose di Pasar Kayu Muntilan sebelum pindah ke tempat lain.

Karena sejatinya, Pasar Kayu Muntilan bukan sekadar ruang transaksi, melainkan simpul kehidupan yang menyimpan cerita tentang kerja keras, kearifan lokal, dan denyut ekonomi rakyat.

Di antara aroma kayu dan suara tawar-menawar, kita belajar bahwa sebuah kota tumbuh dari tangan-tangan yang setia pada tradisi sekaligus terbuka pada perubahan. Mengunjungi Pasar Kayu Muntilan berarti menyelami wajah Muntilan yang apa adanya. Sederhana, hidup, dan penuh makna.

Sebuah pengalaman yang pastinya, layak dikenang dan diceritakan kembali ke sanak saudara dan handai taulan.

Setelah puas menyusuri Pasar Kayu Muntilan, kami ingin rehat sejenak. Sholat, ngopi, dan sedikit ngemil sebagai dessert setelah makan siang di Warung Sop Empal Bu Haryoko.

Ngopi dimana? Stay tune terus ya…ikuti perjalanan saya dan teman-teman menyusuri Muntilan.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.