Peron Kereta Jarak Jauh

BSD ke Bandung Naik Kereta Parahyangan Fakultatif

Halo teman-teman, gimana kabarnya? Kalian ada yang ragu ketika ingin mencoba naik kereta ke Bandung? Tapi kalau lihat panduan konten di video kalian bingung? Well, kali ini saya bikin panduan dari BSD ke Bandung naik kereta Parahyangan Fakultatif. Caranya saya tuliskan langkah demi langkah ya, biar kalian nggak bingung. Kalian juga bisa jalan sambil baca petunjuk di tulisan saya ini. Sekalian saya review keretanya.

Buat kalian penggemar perjalanan kereta, kalian bisa lihat review saya disini:

Perjalanan dari BSD ke Bandung Naik Kereta

Dari BSD, kita menuju Stasiun Rawabuntu. Atau buat kalian yang tinggal di area Cisauk, The Icon, AEON BSD, bisa naik dari Stasiun Cisauk ya. Kalau saya, berangkat dari Stasiun Rawabuntu.

Stasiun Rawabuntu Menuju Stasiun Jatinegara

Menurut saya, perjalanan dengan kereta dari Stasiun Rawabuntu menuju Stasiun Jatinegara lebih praktis, lebih murah juga. Tidak usah keluar stasiun.

Cukup transit di Stasiun Tanah Abang, lalu pindah jalur Cikarang, dan turun di Stasiun Jatinegara.

Kalau ke Stasiun Gambir kan kita harus turun dulu di Stasiun Tanah Abang, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek online ke Stasiun Gambir. Kita bakal capek naik turun tangga, apalagi kalau bawa barang banyak. Sedangkan jika lanjut pakai kereta, kita hanya tinggal pindah peron.

Tepat Ketika kereta saya dari Rawabuntu sampai di Stasiun Tanah Abang, Kereta menuju Stasiun Jatinegara (Cikarang Line) sudah menunggu.

Perjalanan dari Stasiun Rawabuntu ke Stasiun Jatinegara kurang lebih 1 jam hingga 1 Jam 14 menit. Tergantung jam keberangkatan kalian. Tarifnya hanya Rp6000.

Pindah ke Peron KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara

Setelah turun dari peron KRL di Stasiun Jatinegara, saya naik menggunakan ekskalator, lalu tapping out di gate KRL. Kondisi saat turun di Stasiun Jatinegara kurang lebih seperti ini:

Stasiun Jatinegara, BSD ke Bandung Naik Kereta
Stasiun Jatinegara

Kalau kalian sama arahnya dengan saya, yaitu ketibaan kereta dari Stasiun Tanah Abang, kalian dari sini lurus, sampai ketemu tangga ini.

Tangga Untuk Keluar Jalur KRL di Stasiun Jatinegara
Tangga Untuk Keluar Jalur KRL di Stasiun Jatinegara

Kalau mau naik eskalator atau lift, letaknya ada di belakang tangga ini. Dari eskalator kalian bisa lurus, lalu belok kanan (gate tapping out).

Tempat tapping out KRL
Tempat tapping out KRL

Setelahnya, kalian berjalan lurus lagi, sampai ketemu tanda ini:

Petunjuk Peron KA Jarak Jauh, BSD ke Bandung Naik Kereta
Petunjuk Peron KA Jarak Jauh

Dari situ kalian masuk ke ruang tunggu KA Jarak Jauh. Lihat ke sebelah kanan ya.

Jika kalian pesan tiketnya menggunakan KAI Access, klik saja print boardingpass, lalu siapkan KTP.

Seperti yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya, di Stasiun Jatinegara belum tersedia fasilitas face recognition, sehingga kalian harus menyiapkan KTP atau kartu identitas lainnya.

Baca juga: Dari BSD ke Jogja Naik Kereta Api Mataram New Generation

Kalau bingung, jangan malu bertanya ke petugas. Nggak ada istilah orang kampung atau norak di sarana transportasi publik Jakarta. Karena memang cukup rumit buat yang jarang menggunakannya. Saya pun masih sering bingung dan selalu bertanya pada petugas. Dan petugasnya rata-rata ramah banget.

Waktu yang dibutuhkan untuk berpindah dari peron KRL ke KA Jarak jauh berkisar antara 3 sampai 5 menitan (kondisi bawa barang), ditambah foto-foto sedikit.

Oleh karena itu, silakan kalian perkirakan sendiri, sesuai kecepatan dan langkah kaki kalian, juga tergantung jam keberangkatan. Kalau di jam sibuk tentu saja akan lebih lama, karena ada antrian naik turun tangga.

Saran saya, jika membawa lansia atau anak-anak, gunakan lift prioritas yang terletak di sekitar peron No. 4. Di antara escalator dan tangga manual.

Ruang Tunggu KA Jarak Jauh Stasiun Jatinegara

Fasilitas Ruang Tunggu KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara cukup lengkap. Ada banyak sekali tempat duduk, musholla, toilet, dan juga tempat bermain anak.

Ruang Tunggu di Stasiun Jatinegara
Ruang Tunggu di Stasiun Jatinegara

Namun demikian, kalau kalian berangkatnya siang hari, ruang tunggu ini cukup panas. Tidak ada AC yang beroperasi. Akan tetapi, di beberapa sudut terdapat kipas angin yang cukup untuk mengurangi rasa gerah.

Selanjutnya, untuk sarana ibadah, terdapat dua musholla di sisi kanan dan kiri ruang tunggu. Sisi kiri adalah Musholla Pria, dan Sisi kanan adalah Musholla Wanita. Mushollanya luas, sudah ada mukena, sajadah, dan Al-Quran. Kemudian, ruang wudhunya juga luas dan nyaman.

Jangan Mengandalkan Pengumuman di Stasiun Jatinegara

Perhatikan jam kedatangan kereta kalian. Biasanya tertera di KAI Access atau pada tiket. Saran saya, kalian sudah siap-siap 15 menit sebelum kedatangan kereta.

Jangan mengandalkan pengumuman di Stasiun Jatinegara, karena kurang jelas dan beradu dengan pengumuman kedatangan dan keberangkatan KRL.

Selain itu, kita butuh waktu berjalan ke peron pemberhentian kereta jarak jauh, atau menyesuaikan dengan gerbong kita.

Peron Kereta Menuju Bandung, Parahyangan Fakultatif, BSD ke Bandung Naik Kereta
Peron Kereta Menuju Bandung, Parahyangan Fakultatif

Review Kereta Parahyangan Fakultatif

Jam 13.50, kereta Parahyangan Fakultatif yang akan membawa saya ke Stasiun Bandung sudah datang. Saya langsung menuju Gerbong Eksekutif 2. Kondisi Gerbongnya seperti ini. Rangkaian Gerbong Eksekutif New Generation.

Penampakan Gerbong luarnya seperti ini:

Harga Tiket BSD ke Bandung Naik Kereta

Biasanya, harga bervariasi. Mulai dari Rp150ribuan di hari biasa, hingga Rp250ribu saat weekend. Kalian bisa beli di KAI Access dan pantau terus harganya. Saya sendiri memanfaatkan diskon alumni UNPAD. Lumayan dapat 10% potongan harga.

Silakan cek kalau almamater kalian punya program kerjasama dengan KAI.

Total Harga dari BSD ke Bandung Naik Kereta adalah: Rp6000+Rp175.000=Rp181.000.

Baca juga: Shuttle Travel dari BSD ke Bandung

Kabin Kereta Api Parahyangan Fakultatif

Kalau menurut saya, suspensinya masih kalah dengan gerbong lama. Meskipun, kursinya lebih estetik. Kemudian, saya merasa gerbong eksekutif new generation ini lebih berisik daripada rangkaian lama.

Tapi secara keseluruhan, saya masih nyaman sih. Kabinnya cantik, dengan motif batik kawung. Warna kursinya elegan, abu-abu dengan coklat, dan sandaran tangan bermotif kayu, memberikan suasana hangat di Kereta Api Indonesia.

Kursi Kelas Eksekutif New Generation KA Parahyangan Fakultatif
Kursi Kelas Eksekutif New Generation KA Parahyangan Fakultatif
Sandaran kaki di KA Parahyangan Fakultatif
Sandaran kaki di KA Parahyangan Fakultatif

Leg roomnya juga luas, saya yang tingginya 162cm tentunya sangat nyaman dengan jarak segini. Saya bahkan masih bisa meletakkan tas laptop saya di bawah, dan nggak sempit sama sekali.

Legroom di KA Parahyangan Fakultatif
Legroom di KA Parahyangan Fakultatif
Tersedia colokan di Kereta
Tersedia colokan di Kereta

Di dekat jendela, terdapat colokan yang bisa dipergunakan untuk charge HP, tablet, atau laptop.

Untuk kalian yang duduk di isle (gang), nggak usah khawatir. Naikkan saja sandaran tangan di tengah, dibawahnya ada colokan USB untuk charge HP.

Gerbong Restorasi atau Kereta Makan Parahyangan Fakultatif

Gerbong Restorasi/kereta makan terletak diantara eksekutif 4 dan 5. Di gerbong ini, terdapat musholla. Ada sandal juga yang bisa kalian pergunakan untuk wudhu.

Restorasi ini mirip dengan KA Mataram New Generation. Kursi dan kabinnya bermotif batik kawung, dengan pencahayaan warm light dari lampu yang LED berwarna kuning.

Gerbong Restorasi di KA Parahyangan Fakultatif, BSD ke Bandung Naik Kereta
Gerbong Restorasi di KA Parahyangan Fakultatif
Sebelum Ciremai Anjlok
Menikmati Baso Enak di KA Parahyangan

Selanjutnya, ada aneka menu di restorasi. Diantaranya nasi goreng Parahyangan, Sei Sapi, Mie Instant, Cuanki, dan Baso Enak. Saya pesan Baso Enak, dengan harga sekitar 28 ribu rupiah. Selanjutnya air mineral, Rp10.000. Harga berkisar antara Rp10.000-55.000.

Tips Memilih Kursi di Kereta Parahyangan Fakultatif

Untuk Perjalanan dari Jakarta ke Bandung, kalau kalian mau lihat pemandangan sawah dan gunung, bisa pilih seat A atau B.

Namun untuk kalian yang lebih suka pemandangan sungai dan Tol Cipularang, kalian bisa pilih Seat C atau D.

Baca juga: Cara naik Whoosh dari Bandung ke BSD

Lesson Learned dari BSD ke Bandung Naik Kereta

Dibandingkan dengan naik shuttle travel, perjalanan dari BSD ke Bandung naik kereta memakan waktu lebih lama. kita butuh sekitar 4,5 sampai 5 jam dari bersiap, menuju stasiun Jatinegara, menunggu kereta, dan perjalanan kereta menuju Bandung.

Jika menggunakan kereta Eksekutif, harganya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan shuttle travel.

Namun, perjalanan menggunakan kereta menuju Bandung boleh dikatakan perjalanan sekalian healing. Kita bisa menikmati perjalanan itu sendiri, sambil makan, santai, dan melihat pemandangan indah sepanjang jalan.

Silakan dicermati dan dipertimbangkan sebelum berangkat, supaya nanti nggak mendang-mending tapi sudah kepalang tanggung memilih moda transportasi.

Segitu dulu cerita saya tentang perjalanan BSD ke Bandung Naik Kereta, sekaligus review Kereta Parahyangan Fakultatif New Generation. Semoga membantu dan salam traveling!

Post Sebelumnya:

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.