Halo teman-teman, gimana kabarnya? Kalian ada yang ragu ketika ingin mencoba naik kereta ke Bandung? Tapi kalau lihat panduan konten di video kalian bingung? Well, kali ini saya bikin panduan dari BSD ke Bandung naik kereta Parahyangan Fakultatif. Caranya saya tuliskan langkah demi langkah ya, biar kalian nggak bingung. Kalian juga bisa jalan sambil baca petunjuk di tulisan saya ini. Sekalian saya review keretanya.
Buat kalian penggemar perjalanan kereta, kalian bisa lihat review saya disini:
- Ketika Kereta Terdampak Anjlok, Bagaimana Penanganan KAI?
- Review Kereta Api Mataram New Generation
- Review Kereta Api Argo Merbabu Tambahan
- Review Kereta Api Kutojaya Utara dan Cara Memilih Kursi
- Bandung ke Serpong naik kereta api, caranya bagaimana?
- Bandung ke Bogor naik kereta api?
- Cara beli tiket ETS Malaysia dengan Kartu Debit Indonesia
- Cara Naik Kereta dari Bandung ke Rangkasbitung buat yang mau ke Baduy
- Review Argo Cheribon kelas Eksekutif
- Lokasi Stasiun Malang yang baru
- Review kereta api Malabar Bandung-Malang
- Perbedaan Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir
- Review Stasiun Banjar, Stasiun Terakhir menuju Pangandaran
- Review Kereta Api Pangandaran
- Review Lengkap Argo Parahyangan Ekonomi
- Review Gerbong Eksekutif Baru Argo Parahyangan
- Semarang ke Pekalongan naik Kereta
- Review Kereta Api Argo Parahyangan Premium
- Perjalanan Bandung Yogyakarta dengan Kereta Api Turangga
- Bandung Purwokerto dengan KA Serayu
Perjalanan dari BSD ke Bandung Naik Kereta
Dari BSD, kita menuju Stasiun Rawabuntu. Atau buat kalian yang tinggal di area Cisauk, The Icon, AEON BSD, bisa naik dari Stasiun Cisauk ya. Kalau saya, berangkat dari Stasiun Rawabuntu.
Stasiun Rawabuntu Menuju Stasiun Jatinegara
Menurut saya, perjalanan dengan kereta dari Stasiun Rawabuntu menuju Stasiun Jatinegara lebih praktis, lebih murah juga. Tidak usah keluar stasiun.
Cukup transit di Stasiun Tanah Abang, lalu pindah jalur Cikarang, dan turun di Stasiun Jatinegara.
Kalau ke Stasiun Gambir kan kita harus turun dulu di Stasiun Tanah Abang, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek online ke Stasiun Gambir. Kita bakal capek naik turun tangga, apalagi kalau bawa barang banyak. Sedangkan jika lanjut pakai kereta, kita hanya tinggal pindah peron.
Tepat Ketika kereta saya dari Rawabuntu sampai di Stasiun Tanah Abang, Kereta menuju Stasiun Jatinegara (Cikarang Line) sudah menunggu.
Perjalanan dari Stasiun Rawabuntu ke Stasiun Jatinegara kurang lebih 1 jam hingga 1 Jam 14 menit. Tergantung jam keberangkatan kalian. Tarifnya hanya Rp6000.
Pindah ke Peron KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara
Setelah turun dari peron KRL di Stasiun Jatinegara, saya naik menggunakan ekskalator, lalu tapping out di gate KRL. Kondisi saat turun di Stasiun Jatinegara kurang lebih seperti ini:

Kalau kalian sama arahnya dengan saya, yaitu ketibaan kereta dari Stasiun Tanah Abang, kalian dari sini lurus, sampai ketemu tangga ini.

Kalau mau naik eskalator atau lift, letaknya ada di belakang tangga ini. Dari eskalator kalian bisa lurus, lalu belok kanan (gate tapping out).

Setelahnya, kalian berjalan lurus lagi, sampai ketemu tanda ini:

Dari situ kalian masuk ke ruang tunggu KA Jarak Jauh. Lihat ke sebelah kanan ya.
Jika kalian pesan tiketnya menggunakan KAI Access, klik saja print boardingpass, lalu siapkan KTP.
Seperti yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya, di Stasiun Jatinegara belum tersedia fasilitas face recognition, sehingga kalian harus menyiapkan KTP atau kartu identitas lainnya.
Baca juga: Dari BSD ke Jogja Naik Kereta Api Mataram New Generation
Kalau bingung, jangan malu bertanya ke petugas. Nggak ada istilah orang kampung atau norak di sarana transportasi publik Jakarta. Karena memang cukup rumit buat yang jarang menggunakannya. Saya pun masih sering bingung dan selalu bertanya pada petugas. Dan petugasnya rata-rata ramah banget.
Waktu yang dibutuhkan untuk berpindah dari peron KRL ke KA Jarak jauh berkisar antara 3 sampai 5 menitan (kondisi bawa barang), ditambah foto-foto sedikit.
Oleh karena itu, silakan kalian perkirakan sendiri, sesuai kecepatan dan langkah kaki kalian, juga tergantung jam keberangkatan. Kalau di jam sibuk tentu saja akan lebih lama, karena ada antrian naik turun tangga.
Saran saya, jika membawa lansia atau anak-anak, gunakan lift prioritas yang terletak di sekitar peron No. 4. Di antara escalator dan tangga manual.
Ruang Tunggu KA Jarak Jauh Stasiun Jatinegara
Fasilitas Ruang Tunggu KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara cukup lengkap. Ada banyak sekali tempat duduk, musholla, toilet, dan juga tempat bermain anak.

Namun demikian, kalau kalian berangkatnya siang hari, ruang tunggu ini cukup panas. Tidak ada AC yang beroperasi. Akan tetapi, di beberapa sudut terdapat kipas angin yang cukup untuk mengurangi rasa gerah.
Selanjutnya, untuk sarana ibadah, terdapat dua musholla di sisi kanan dan kiri ruang tunggu. Sisi kiri adalah Musholla Pria, dan Sisi kanan adalah Musholla Wanita. Mushollanya luas, sudah ada mukena, sajadah, dan Al-Quran. Kemudian, ruang wudhunya juga luas dan nyaman.
Jangan Mengandalkan Pengumuman di Stasiun Jatinegara
Perhatikan jam kedatangan kereta kalian. Biasanya tertera di KAI Access atau pada tiket. Saran saya, kalian sudah siap-siap 15 menit sebelum kedatangan kereta.
Jangan mengandalkan pengumuman di Stasiun Jatinegara, karena kurang jelas dan beradu dengan pengumuman kedatangan dan keberangkatan KRL.
Selain itu, kita butuh waktu berjalan ke peron pemberhentian kereta jarak jauh, atau menyesuaikan dengan gerbong kita.

Review Kereta Parahyangan Fakultatif
Jam 13.50, kereta Parahyangan Fakultatif yang akan membawa saya ke Stasiun Bandung sudah datang. Saya langsung menuju Gerbong Eksekutif 2. Kondisi Gerbongnya seperti ini. Rangkaian Gerbong Eksekutif New Generation.
Penampakan Gerbong luarnya seperti ini:
Harga Tiket BSD ke Bandung Naik Kereta
Biasanya, harga bervariasi. Mulai dari Rp150ribuan di hari biasa, hingga Rp250ribu saat weekend. Kalian bisa beli di KAI Access dan pantau terus harganya. Saya sendiri memanfaatkan diskon alumni UNPAD. Lumayan dapat 10% potongan harga.
Silakan cek kalau almamater kalian punya program kerjasama dengan KAI.
Total Harga dari BSD ke Bandung Naik Kereta adalah: Rp6000+Rp175.000=Rp181.000.
Baca juga: Shuttle Travel dari BSD ke Bandung
Kabin Kereta Api Parahyangan Fakultatif
Kalau menurut saya, suspensinya masih kalah dengan gerbong lama. Meskipun, kursinya lebih estetik. Kemudian, saya merasa gerbong eksekutif new generation ini lebih berisik daripada rangkaian lama.
Tapi secara keseluruhan, saya masih nyaman sih. Kabinnya cantik, dengan motif batik kawung. Warna kursinya elegan, abu-abu dengan coklat, dan sandaran tangan bermotif kayu, memberikan suasana hangat di Kereta Api Indonesia.


Leg roomnya juga luas, saya yang tingginya 162cm tentunya sangat nyaman dengan jarak segini. Saya bahkan masih bisa meletakkan tas laptop saya di bawah, dan nggak sempit sama sekali.


Di dekat jendela, terdapat colokan yang bisa dipergunakan untuk charge HP, tablet, atau laptop.
Untuk kalian yang duduk di isle (gang), nggak usah khawatir. Naikkan saja sandaran tangan di tengah, dibawahnya ada colokan USB untuk charge HP.
Gerbong Restorasi atau Kereta Makan Parahyangan Fakultatif
Gerbong Restorasi/kereta makan terletak diantara eksekutif 4 dan 5. Di gerbong ini, terdapat musholla. Ada sandal juga yang bisa kalian pergunakan untuk wudhu.
Restorasi ini mirip dengan KA Mataram New Generation. Kursi dan kabinnya bermotif batik kawung, dengan pencahayaan warm light dari lampu yang LED berwarna kuning.


Selanjutnya, ada aneka menu di restorasi. Diantaranya nasi goreng Parahyangan, Sei Sapi, Mie Instant, Cuanki, dan Baso Enak. Saya pesan Baso Enak, dengan harga sekitar 28 ribu rupiah. Selanjutnya air mineral, Rp10.000. Harga berkisar antara Rp10.000-55.000.
Tips Memilih Kursi di Kereta Parahyangan Fakultatif
Untuk Perjalanan dari Jakarta ke Bandung, kalau kalian mau lihat pemandangan sawah dan gunung, bisa pilih seat A atau B.
Namun untuk kalian yang lebih suka pemandangan sungai dan Tol Cipularang, kalian bisa pilih Seat C atau D.
Baca juga: Cara naik Whoosh dari Bandung ke BSD
Lesson Learned dari BSD ke Bandung Naik Kereta
Dibandingkan dengan naik shuttle travel, perjalanan dari BSD ke Bandung naik kereta memakan waktu lebih lama. kita butuh sekitar 4,5 sampai 5 jam dari bersiap, menuju stasiun Jatinegara, menunggu kereta, dan perjalanan kereta menuju Bandung.
Jika menggunakan kereta Eksekutif, harganya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan shuttle travel.
Namun, perjalanan menggunakan kereta menuju Bandung boleh dikatakan perjalanan sekalian healing. Kita bisa menikmati perjalanan itu sendiri, sambil makan, santai, dan melihat pemandangan indah sepanjang jalan.
Silakan dicermati dan dipertimbangkan sebelum berangkat, supaya nanti nggak mendang-mending tapi sudah kepalang tanggung memilih moda transportasi.
Segitu dulu cerita saya tentang perjalanan BSD ke Bandung Naik Kereta, sekaligus review Kereta Parahyangan Fakultatif New Generation. Semoga membantu dan salam traveling!
Post Sebelumnya:
- BSD ke Bandung Naik Kereta Parahyangan Fakultatif
- Cerita Tentang Anjloknya Kereta Api Ciremai, dari POV Penumpang KA Parahyangan Fakultatif
- Mengapa Orang Cerdas Sering Sulit Menjelaskan Sesuatu? Mengenal The Curse of Knowledge
- Tantangan Memilih Outfit Kerja di Gading Serpong, Sebuah Kawasan yang Mataharinya serasa Ada 6!
- Tantangan Dosen di Dunia Digital: Dilema antara menjaga otoritas ilmiah dan tuntutan algoritma




Add comment