Hai, kalian apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat lahir batin ya. Di postingan lalu saya menulis tentang itinerary sehari di Kota Kinabalu. Sekarang, saya lanjutkan perjalanan saya ke negara tetangga lainnya dan cerita pengalaman pertama kali ke Brunei Darussalam. Sebuah Itinerary 3D2N yang saya susun untuk menjelajahi Bandar Seri Begawan.
Kalau kalian sudah melihat reels saya tentang itinerary Brunei Darussalam, disini saya tulis lebih detail dan lengkap. Supaya kalian bisa baca pelan-pelan.
Buat kalian yang mau lihat Itinerary saya yang lainnya, bisa baca postingan ini ya:
- Sehari di Kota Kinabalu, Itinerary 24 jam di Sabah
- Itinerary Sehari di Ipoh
- Itinerary Solo Traveling Malaysia 5H4N
- Itinerary 3D2N Purwokerto
- Itinerary 4D3N Yogyakarta
- Itinerary Wisata Lasem, Jawa Tengah
- 5 Hari Keliling Bandung
Hari Ke-1 di Bandar Seri Begawan: Kedatangan
Bus Sipitang Express yang mengantar Kami dari Kota Kinabalu ke Bandar Seri Begawan tiba di Sipitang Express Bus Station Gadong pukul 17.30 (Waktu Standar Brunei). Waktu di Brunei Darussalam 1 jam lebih cepat dari waktu di Jakarta. Atau setara dengan WITA (Waktu Indonesia Tengah).
Dari Gadong, kami berjalan kaki sekitar 550 meter ke hotel EZ Suites, yang terletak di area Center Point Gadong.
1. Menaruh Koper di EZ Suites
Kurang lebih setelah berjalan pelan selama 6 menit, kami sampai di EZ Suites yang terletak di lantai 2. Untuk masuknya kita harus punya kode yang telah diberikan oleh admin.
Prosedurnya mirip jika kita menginap di AirBnB.
2. Gadong Night Market
Pasar ini sudah menjadi destinasi yang kami nantikan sejak di tanah air. Bahkan kami sengaja memesan hotel di area Gadong karena memang ingin mengeksplor kuliner di Gadong Night Market.

Gadong Night Market ini bentuknya seperti pasar indoor, tapi tanpa dinding. Kalau saya lihat sih sekilas mirip dengan Pasar Modern yang ada di Indonesia. Dengan banyak tenant kuliner di setiap sisinya.
Wajib coba: Teh Tarik (1 BND), dan Nasi Katok Ayam (1,20 BND), Nasi Katok Kambing (3 BND).
Review Gadong Night Market berbentuk video bisa dilihat disini.
3. Melihat Mall Gadong
Selesai makan, kami masih ingin bersantai sambil ngadem. Kali ini kami memilih untuk melihat-lihat Mall Gadong. Mall terbesar di Brunei Darussalam.

4. Nongkrong di Zus Coffee
Waktu baru menunjukkan pukul 20.30. Masih sore, pikir kami. Meskipun, kondisi di Bandar Seri Begawan telah sepi. Kami masuk ke Zus Coffee, lalu disapa ramah oleh stafnya.

Di Zus ini, banyak anak muda yang berkumpul. Mungkin karena ini adalah akhir pekan, malam Sabtu. Sehingga hingga jam setengah sepuluh malam, kondisi café masih tergolong ramai.
Hari ke-2: Explore Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer
Hujan mengguyur Bandar Seri Begawan sejak Subuh. Hingga jam 9 pagi, hujan tak kunjung berhenti, sehingga kami baru keluar jam 10 siang. Itupun masih dalam keadaan gerimis.
1. Chop Jing Chew Restaurant
Dari hotel, saya dan teman-teman berjalan kaki sepanjang 1,5 km ke Chop Jing Chew. Sebuah restaurant legendaris yang disukai warga lokal Brunei untuk sarapan.

Menu andalannya adalah Roti Kuning Kahwin. Kahwin dalam bahasa Brunei adalah Roti campur. Jadi seperti roti toast kaya (selai kelapa). Varian lainnya adalah roti toast berisi selai kacang dan butter. Roti dengan telur mata sapi setengah matang. Total makan dan minum berlima di Chop Jing Chew: Rp310.000.
2. Masjid Jamek ‘Asr Al-Hassanal Bolqiah
Setelah sarapan, kami mengeksplor sebentar pusat bisnis Bandar Seri Begawan, sekedar ingin melihat bagaimana suasana dan geliat bisnis di ibukota negara sultan. Saya juga sempatkan melihat harga kebutuhan pokok dan produk Indonesia di sini.

Perjalanan kami lanjutkan ke Gadong, lalu ke Masjid Al-Hassanal Bolqiah. Dari penginapan kami di Gadong berjalan kaki menuju Masjid sekitar 2,1 km. Karena memang kami ingin menikmati vibes kotanya.
Biaya masuk: Gratis
3. Soto Pabo, Kampung Ayer
Puas beristirahat dan menikmati kedamaian di Masjid Jamek ‘Asr Al-Hassanal Bolqiah, perjalanan kami lanjutkan ke Soto Pabo yang berjarak kurang lebih 6,5 km dari Masjid. Kali ini kami tidak berjalan kaki, melainkan mencoba memesan Dart. Taksi Online di Brunei Darussalam.

Soto Pabo terletak di Kampung Ayer, tepatnya di Spg. 222, Jalan Kota Batu, Kampong Pintu Malim, Bandar Seri Begawan, Brunei.

Dari tempat makan, kita bisa melihat sungai Brunei yang membelah dua sisi negeri. Total makan berlima di Soto Pabo: Rp695.000
4. Menyusuri Kampong Ayer dengan Perahu
Karena Soto Pabo terletak di Kampung Ayer, kami tinggal jalan kaki ke Jetty untuk menyetop Perahu. Jadi jika kalian ingin berkeliling Kampung Ayer di Brunei, kalian tinggal lambai-lambai di Jeti.

Biasanya kalau hanya untuk menyeberang ke Kampung Ayer, tarifnya hanya 1 BND. Namun jika kalian ingin putar-putar seperti saya, kurang lebih 30-45 menitan, tarif 1 perahu 20 BND. Kalau mau lihat Bekantan, 25-30 BND.
5. Masjid Omar Ali Saiffudien
Dari Brunei Waterfront, kami berjalan kaki sekitar 800 meter menuju Masjid Omar Ali Saiffudien. Sebuah masjid kubah emas yang berada di tengah danau.

Karena hari sudah sore, kami diingatkan oleh petugas masjid. Jika ingin naik Bus menuju Gadong, kami harus segera ke BSB bus Station. Karena Bus terakhir beroperasi pukul 17.00.
6. BSB Bus Station
Bergegas, kami berjalan kaki menuju Terminal BSB sejauh 750 meter. Kami memang tidak menemukan nomor bus kami. Namun tepat pukul 17.00, lewat bus nomor lain. Saat kami tidak berniat masuk ke bus tersebut, Supir Bus memanggil kami.

Tarifnya jauh/dekat 1 BND/orang. Bayarnya harus cash. Nanti kalau kalian tidak ada uang pas, tinggal kasih saja uang ke Supir, kalian pasti dapat kembalian.

7. Beli oleh-oleh di Jaya Hypermart Gadong
Jaya Hypermart Gadong adalah tempat yang lengkap untuk kalian beli oleh-oleh khas Brunei. Beli coklat, cemilan, yang ternyata, banyaknya adalah produk dari Malaysia yang kami temukan di Sabah kemarin.
8. Happy Star Brunei Souvenir Shop
Setelah puas membeli oleh-oleh makanan, kami berjalan kaki lagi Happy Star Brunei Souvenir Shop di area ruko Gadong, untuk beli oleh-oleh. Diantaranya ada kaos, goodybag, tempelan kulkas, gantungan kunci, dll.

Setelah selesai beli oleh-oleh, kami istirahat di hotel dan packing. Karena besok adalah hari terakhir kami.
Hari ke-3: Mencicipi Kuliner Khas Brunei: Ambuyat dan Kepulangan
Kelelahan di hari sebelumnya membuat kami mager saat pagi. Setelah shalat shubuh, kami semua lanjut tidur lagi sampai jam 8. Barulah kami sarapan dengan roti yang kami beli di Chop Jing Chew, lalu siap-siap dan mandi. Sehingga, kami baru keluar kamar jam 10 pagi.
1. Wisma Setia, Bandar Seri Begawan
Pagi itu kami menyusuri lorong Jl. Pemancha, dimana ada Wisma Setia. Di Gedung tersebut, terdapat banyak kedai yang menjual makanan Indonesia, Filiphina, Vietnam, Thailand. Tapi banyaknya ya dari Indonesia.


Kami bertemu ibu Fatimah, seorang pemilik toko di Wisma Setia. Nanti saya ceritakan lebih detail pengalaman Ibu Fatimah saat mulai merantau di Brunei.

2. Makan Siang Ambuyat Liyana
Dari ibu Fatimah juga, kami diberi tahu tempat makan yang enak. Karena kami ingin mencoba Ambuyat, Ibu Fatimah menyarankan makan Ambuyat di Liyana. Sebuah Restaurant khas Brunei yang menyajikan menu Ambuyat yang lezat, dan letaknya di Batu Bersurat.

Restaurantnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Disini kami mencoba Ambuyat, makanan khas Brunei yang seperti Papeda, dengan saus Tampoyak dan Cucur Campur.
Total makan dan minum berlima Rp705.000.
3. Taman Mahkota Jubli Emas
Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Mahkota Jubli Emas, yang terletak dekat dengan Masjid Omar ‘Ali Saifuddien. Taman ini adalah tempat bersantai warga Brunei Darussalam.

Tamannya luas, dengan jogging track yang cukup panjang dan tersambung dengan Kampung Ayer.
Biaya masuk: Gratis
4. Museum Royal Regalia
Sebenarnya ini juga masuk dalam list itinerary kami. Tapi karena kami maunya santai, dan kaki sudah lelah, akhirnya setelah makan ambuyat di Liyana, kami naik Dart menuju Masjid Omar Ali Saiffudien. Kami istirahat lagi disana.
Museum Royal Regalia memang cantik, berisi hadiah untuk Sultan Hassanal Bolqiah dari berbagai negara di dunia. Untuk masuk ke dalamnya, jika kita warga asing dikenakan biaya 5 BND/orang, atau sekitar Rp70.000 sedangkan warga Brunei Gratis.
Di Museum, kita dilarang memotret di dalam museum. Oleh karenanya, kami melewatkan ini. Karena jika tidak boleh memotret, dengan waktu kunjungan singkat tentu saja kami sulit mengingat apa yang sudah kami lihat. Sehingga kami skip saja.
Kalau kalian punya banyak waktu, boleh dicoba ya Museum Royal Regalia ini.
5. Istana Nurul Iman
Lalu Istana Nurul Iman juga kami lewatkan saja, karena tidak bisa melihat ke dalam. Hanya gerbangnya saja. Jadi waktunya lebih baik kami gunakan untuk ngobrol dengan warga lokal di sekitar Masjid.
Menurut warga lokal, jika kita mau melihat isi Istana Nurul Iman, datanglah saat hari kedua Idul Fitri. Sultan akan melakukan open house dan membuka istana lebar-lebar.
6. Taman Haji Sir Muda Omar ‘Ali Saifuddien
Kami hanya mengambil foto sejenak disini, lalu perjalanan kami lanjutkan ke Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall untuk membeli oleh-oleh.
7. Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall
Nama mallnya seperti bukan nama komersial ya? Yayasan. Disini ada beberapa tenant yang menjual souvenir khas Brunei Darussalam. Salah satu yang kami kunjungi adalah BWN Souvenir Store.

Menurut saya, disini desain dan barang-barangnya lebih bervariasi, dengan harga mirip dengan happy souvenir shop yang kami kunjungi malam sebelumnya.
8. The Big Wall Brunei
Di seberang Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall, ada mural The Big Wall Brunei dan mural kartu pos Canada yang estetik.

Kalian bisa berfoto disini untuk kenang-kenangan, sambil melihat ruko dan apartemen tua di sekitarnya.

9. Bandara Internasional Brunei Darussalam
Setelahnya, kami mengambil koper kami di hotel, EZ Suites, dan menuju Bandara. Sebenarnya penerbangan kami pukul 21.30, tapi jam 17.30 kami sudah bertolak ke Bandara Internasional Brunei Darussalam.

Semula kami kira jaraknya jauh, ternyata hanya sekitar 8 menit saja menggunakan Dart. Akhirnya kami kepagian hahaha…
Karena gabut dan counter check-in belum dibuka, kami mengeksplor bandara yang tidak terlalu besar ini, dan juga tidak terlalu ramai. Meskipun, menurut petugas Bandara, hari itu cukup ramai karena banyak PMI yang habis kontrak dan harus pulang dulu ke Indonesia.
10. Makan Malam di My Town Kopi Bandara
Tidak banyak kedai di Bandara. Jadi kalian jangan bayangkan bandara ini seperti Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mungkin mirip dengan bandara di kota kecil di tanah air kita.
Uniknya, makanan di Bandara ini tidak mahal sama sekali. Secangkir kopi hanya sekitar 1,2 sampai dengan 3,5 BND. Lalu untuk makanan, nasi Katok hanya 3-5 BND. Untuk makan dan minum berlima, kami hanya menghabiskan Rp250ribuan.




Add comment