Pertama kali ke Brunei Darussalam Pelataran Masjid Omar Ali Saifuddien

Pertama Kali ke Brunei Darussalam: Itinerary 3D2N di Bandar Seri Begawan

Hai, kalian apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat lahir batin ya. Di postingan lalu saya menulis tentang itinerary sehari di Kota Kinabalu. Sekarang, saya lanjutkan perjalanan saya ke negara tetangga lainnya dan cerita pengalaman pertama kali ke Brunei Darussalam. Sebuah Itinerary 3D2N yang saya susun untuk menjelajahi Bandar Seri Begawan.

Kalau kalian sudah melihat reels saya tentang itinerary Brunei Darussalam, disini saya tulis lebih detail dan lengkap. Supaya kalian bisa baca pelan-pelan.

Buat kalian yang mau lihat Itinerary saya yang lainnya, bisa baca postingan ini ya:

Hari Ke-1 di Bandar Seri Begawan: Kedatangan

Bus Sipitang Express yang mengantar Kami dari Kota Kinabalu ke Bandar Seri Begawan tiba di Sipitang Express Bus Station Gadong pukul 17.30 (Waktu Standar Brunei). Waktu di Brunei Darussalam 1 jam lebih cepat dari waktu di Jakarta. Atau setara dengan WITA (Waktu Indonesia Tengah).

Dari Gadong, kami berjalan kaki sekitar 550 meter ke hotel EZ Suites, yang terletak di area Center Point Gadong.

1. Menaruh Koper di EZ Suites

Kurang lebih setelah berjalan pelan selama 6 menit, kami sampai di EZ Suites yang terletak di lantai 2. Untuk masuknya kita harus punya kode yang telah diberikan oleh admin.

Prosedurnya mirip jika kita menginap di AirBnB.

2. Gadong Night Market

Pasar ini sudah menjadi destinasi yang kami nantikan sejak di tanah air. Bahkan kami sengaja memesan hotel di area Gadong karena memang ingin mengeksplor kuliner di Gadong Night Market.

Pertama kali ke Brunei Darussalam, Gadong Night Market
Gadong Night Market

Gadong Night Market ini bentuknya seperti pasar indoor, tapi tanpa dinding. Kalau saya lihat sih sekilas mirip dengan Pasar Modern yang ada di Indonesia. Dengan banyak tenant kuliner di setiap sisinya.

Wajib coba: Teh Tarik (1 BND), dan Nasi Katok Ayam (1,20 BND), Nasi Katok Kambing (3 BND).

Review Gadong Night Market berbentuk video bisa dilihat disini.

3. Melihat Mall Gadong

Selesai makan, kami masih ingin bersantai sambil ngadem. Kali ini kami memilih untuk melihat-lihat Mall Gadong. Mall terbesar di Brunei Darussalam.

Mall Gadong, Mall terbesar di Brunei Darussalam, Itinerary Brunei Darussalam
Mall Gadong, Mall terbesar di Brunei Darussalam

4. Nongkrong di Zus Coffee

Waktu baru menunjukkan pukul 20.30. Masih sore, pikir kami. Meskipun, kondisi di Bandar Seri Begawan telah sepi. Kami masuk ke Zus Coffee, lalu disapa ramah oleh stafnya.

Zus Coffee Mall Gadong, Bandar Seri Begawan
Zus Coffee Mall Gadong, Bandar Seri Begawan

Di Zus ini, banyak anak muda yang berkumpul. Mungkin karena ini adalah akhir pekan, malam Sabtu. Sehingga hingga jam setengah sepuluh malam, kondisi café masih tergolong ramai.

Hari ke-2: Explore Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer

Hujan mengguyur Bandar Seri Begawan sejak Subuh. Hingga jam 9 pagi, hujan tak kunjung berhenti, sehingga kami baru keluar jam 10 siang. Itupun masih dalam keadaan gerimis.

1. Chop Jing Chew Restaurant

Dari hotel, saya dan teman-teman berjalan kaki sepanjang 1,5 km ke Chop Jing Chew. Sebuah restaurant legendaris yang disukai warga lokal Brunei untuk sarapan.

Pertama kali ke Brunei Darussalam, Chop Jing Chew Restaurant
Chop Jing Chew Restaurant

Menu andalannya adalah Roti Kuning Kahwin. Kahwin dalam bahasa Brunei adalah Roti campur. Jadi seperti roti toast kaya (selai kelapa). Varian lainnya adalah roti toast berisi selai kacang dan butter. Roti dengan telur mata sapi setengah matang. Total makan dan minum berlima di Chop Jing Chew: Rp310.000.

2. Masjid Jamek ‘Asr Al-Hassanal Bolqiah

Setelah sarapan, kami mengeksplor sebentar pusat bisnis Bandar Seri Begawan, sekedar ingin melihat bagaimana suasana dan geliat bisnis di ibukota negara sultan. Saya juga sempatkan melihat harga kebutuhan pokok dan produk Indonesia di sini.

Masjid Sultan Al Hassanal Bolkiah, Itinerary Brunei Darussalam
di depan Masjid Sultan Al Hassanal Bolkiah

Perjalanan kami lanjutkan ke Gadong, lalu ke Masjid Al-Hassanal Bolqiah. Dari penginapan kami di Gadong berjalan kaki menuju Masjid sekitar 2,1 km. Karena memang kami ingin menikmati vibes kotanya.  

Biaya masuk: Gratis

3. Soto Pabo, Kampung Ayer

Puas beristirahat dan menikmati kedamaian di Masjid Jamek ‘Asr Al-Hassanal Bolqiah, perjalanan kami lanjutkan ke Soto Pabo yang berjarak kurang lebih 6,5 km dari Masjid. Kali ini kami tidak berjalan kaki, melainkan mencoba memesan Dart. Taksi Online di Brunei Darussalam.

Soto Pabo Bandar Seri Begawan
Soto Pabo

Soto Pabo terletak di Kampung Ayer, tepatnya di Spg. 222, Jalan Kota Batu, Kampong Pintu Malim, Bandar Seri Begawan, Brunei.

Pertama kali ke Brunei Darussalam, Makanan di Soto Pabo
Makanan di Soto Pabo

Dari tempat makan, kita bisa melihat sungai Brunei yang membelah dua sisi negeri. Total makan berlima di Soto Pabo: Rp695.000

4. Menyusuri Kampong Ayer dengan Perahu

Karena Soto Pabo terletak di Kampung Ayer, kami tinggal jalan kaki ke Jetty untuk menyetop Perahu. Jadi jika kalian ingin berkeliling Kampung Ayer di Brunei, kalian tinggal lambai-lambai di Jeti.

Itinerary 3D 2N Brunei Darussalam, Menjelajah Kampong Ayer Brunei Darussalam
Menjelajah Kampong Ayer Brunei Darussalam

Biasanya kalau hanya untuk menyeberang ke Kampung Ayer, tarifnya hanya 1 BND. Namun jika kalian ingin putar-putar seperti saya, kurang lebih 30-45 menitan, tarif 1 perahu 20 BND. Kalau mau lihat Bekantan, 25-30 BND.

5. Masjid Omar Ali Saiffudien

Dari Brunei Waterfront, kami berjalan kaki sekitar 800 meter menuju Masjid Omar Ali Saiffudien. Sebuah masjid kubah emas yang berada di tengah danau.

Masjid Omar Ali Saifuddien Bandar Seri Begawan, sehari di bandar seri begawan
Masjid Omar Ali Saifuddien Bandar Seri Begawan

Karena hari sudah sore, kami diingatkan oleh petugas masjid. Jika ingin naik Bus menuju Gadong, kami harus segera ke BSB bus Station. Karena Bus terakhir beroperasi pukul 17.00.

6. BSB Bus Station

Bergegas, kami berjalan kaki menuju Terminal BSB sejauh 750 meter. Kami memang tidak menemukan nomor bus kami. Namun tepat pukul 17.00, lewat bus nomor lain. Saat kami tidak berniat masuk ke bus tersebut, Supir Bus memanggil kami.

BSB Bus Station, Halte Bus Bandar Seri Begawan
BSB Bus Station

Tarifnya jauh/dekat 1 BND/orang. Bayarnya harus cash. Nanti kalau kalian tidak ada uang pas, tinggal kasih saja uang ke Supir, kalian pasti dapat kembalian.

Bus di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam
Bus di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam

7. Beli oleh-oleh di Jaya Hypermart Gadong

Jaya Hypermart Gadong adalah tempat yang lengkap untuk kalian beli oleh-oleh khas Brunei. Beli coklat, cemilan, yang ternyata, banyaknya adalah produk dari Malaysia yang kami temukan di Sabah kemarin.

8. Happy Star Brunei Souvenir Shop

Setelah puas membeli oleh-oleh makanan, kami berjalan kaki lagi Happy Star Brunei Souvenir Shop di area ruko Gadong, untuk beli oleh-oleh. Diantaranya ada kaos, goodybag, tempelan kulkas, gantungan kunci, dll.

Berpose bersama Ibu Kasi, Orang Indonesia Manajer Toko Happy Souvenir di Bandar Seri Begawan
Berpose bersama Ibu Kasi, Orang Indonesia Asal Pati, Manajer Toko Happy Star Souvenir Shop di Bandar Seri Begawan

Setelah selesai beli oleh-oleh, kami istirahat di hotel dan packing. Karena besok adalah hari terakhir kami.

Hari ke-3: Mencicipi Kuliner Khas Brunei: Ambuyat dan Kepulangan

Kelelahan di hari sebelumnya membuat kami mager saat pagi. Setelah shalat shubuh, kami semua lanjut tidur lagi sampai jam 8. Barulah kami sarapan dengan roti yang kami beli di Chop Jing Chew, lalu siap-siap dan mandi. Sehingga, kami baru keluar kamar jam 10 pagi.

1. Wisma Setia, Bandar Seri Begawan

Pagi itu kami menyusuri lorong Jl. Pemancha, dimana ada Wisma Setia. Di Gedung tersebut, terdapat banyak kedai yang menjual makanan Indonesia, Filiphina, Vietnam, Thailand. Tapi banyaknya ya dari Indonesia.

Wisma Setia, Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam
Wisma Setia
Foodcourt Wisma Setia
Foodcourt Wisma Setia

Kami bertemu ibu Fatimah, seorang pemilik toko di Wisma Setia. Nanti saya ceritakan lebih detail pengalaman Ibu Fatimah saat mulai merantau di Brunei.

Bertemu ibu Fatimah, pemilik toko Indonesia di Bandar Seri Begawan
Bertemu ibu Fatimah, pemilik toko Indonesia di Bandar Seri Begawan

2. Makan Siang Ambuyat Liyana

Dari ibu Fatimah juga, kami diberi tahu tempat makan yang enak. Karena kami ingin mencoba Ambuyat, Ibu Fatimah menyarankan makan Ambuyat di Liyana. Sebuah Restaurant khas Brunei yang menyajikan menu Ambuyat yang lezat, dan letaknya di Batu Bersurat.

Ambuyat Liyana, Makanan Khas Brunei
Ambuyat Liyana, Makanan Khas Brunei

Restaurantnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Disini kami mencoba Ambuyat, makanan khas Brunei yang seperti Papeda, dengan saus Tampoyak dan Cucur Campur.

Total makan dan minum berlima Rp705.000.

3. Taman Mahkota Jubli Emas

Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Mahkota Jubli Emas, yang terletak dekat dengan Masjid Omar ‘Ali Saifuddien. Taman ini adalah tempat bersantai warga Brunei Darussalam.

Pertama kali ke Brunei Darussalam Pelataran Masjid Omar Ali Saifuddien
Pelataran Masjid Omar Ali Saifuddien

Tamannya luas, dengan jogging track yang cukup panjang dan tersambung dengan Kampung Ayer.

Biaya masuk: Gratis

4. Museum Royal Regalia

Sebenarnya ini juga masuk dalam list itinerary kami. Tapi karena kami maunya santai, dan kaki sudah lelah, akhirnya setelah makan ambuyat di Liyana, kami naik Dart menuju Masjid Omar Ali Saiffudien. Kami istirahat lagi disana.

Museum Royal Regalia memang cantik, berisi hadiah untuk Sultan Hassanal Bolqiah dari berbagai negara di dunia. Untuk masuk ke dalamnya, jika kita warga asing dikenakan biaya 5 BND/orang, atau sekitar Rp70.000 sedangkan warga Brunei Gratis.

Di Museum, kita dilarang memotret di dalam museum. Oleh karenanya, kami melewatkan ini. Karena jika tidak boleh memotret, dengan waktu kunjungan singkat tentu saja kami sulit mengingat apa yang sudah kami lihat. Sehingga kami skip saja.

Kalau kalian punya banyak waktu, boleh dicoba ya Museum Royal Regalia ini.

5. Istana Nurul Iman

Lalu Istana Nurul Iman juga kami lewatkan saja, karena tidak bisa melihat ke dalam. Hanya gerbangnya saja. Jadi waktunya lebih baik kami gunakan untuk ngobrol dengan warga lokal di sekitar Masjid.

Menurut warga lokal, jika kita mau melihat isi Istana Nurul Iman, datanglah saat hari kedua Idul Fitri. Sultan akan melakukan open house dan membuka istana lebar-lebar.

6. Taman Haji Sir Muda Omar ‘Ali Saifuddien

Kami hanya mengambil foto sejenak disini, lalu perjalanan kami lanjutkan ke Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall untuk membeli oleh-oleh.

7. Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall

Nama mallnya seperti bukan nama komersial ya? Yayasan. Disini ada beberapa tenant yang menjual souvenir khas Brunei Darussalam. Salah satu yang kami kunjungi adalah BWN Souvenir Store.

BWN Souvenir Shop
BWN Souvenir Shop

Menurut saya, disini desain dan barang-barangnya lebih bervariasi, dengan harga mirip dengan happy souvenir shop yang kami kunjungi malam sebelumnya.

8. The Big Wall Brunei

Di seberang Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Mall, ada mural The Big Wall Brunei dan mural kartu pos Canada yang estetik.

The Big Wall of Brunei, itinerary brunei
The Big Wall of Brunei

Kalian bisa berfoto disini untuk kenang-kenangan, sambil melihat ruko dan apartemen tua di sekitarnya.

Mural Kartupos Canada di Brunei Darussalam
Mural Kartupos Canada di Brunei Darussalam

9. Bandara Internasional Brunei Darussalam

Setelahnya, kami mengambil koper kami di hotel, EZ Suites, dan menuju Bandara. Sebenarnya penerbangan kami pukul 21.30, tapi jam 17.30 kami sudah bertolak ke Bandara Internasional Brunei Darussalam.

Royal Brunei Lounge, Pertama kali ke Brunei Darussalam
Royal Brunei Lounge

Semula kami kira jaraknya jauh, ternyata hanya sekitar 8 menit saja menggunakan Dart. Akhirnya kami kepagian hahaha…

Karena gabut dan counter check-in belum dibuka, kami mengeksplor bandara yang tidak terlalu besar ini, dan juga tidak terlalu ramai. Meskipun, menurut petugas Bandara, hari itu cukup ramai karena banyak PMI yang habis kontrak dan harus pulang dulu ke Indonesia.

10. Makan Malam di My Town Kopi Bandara

Tidak banyak kedai di Bandara. Jadi kalian jangan bayangkan bandara ini seperti Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mungkin mirip dengan bandara di kota kecil di tanah air kita.

Uniknya, makanan di Bandara ini tidak mahal sama sekali. Secangkir kopi hanya sekitar 1,2 sampai dengan 3,5 BND. Lalu untuk makanan, nasi Katok hanya 3-5 BND. Untuk makan dan minum berlima, kami hanya menghabiskan Rp250ribuan.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.