Pos Imigrasi Labu, Brunei, overland malaysia brunei

Pengalaman Lintas Border Overland Malaysia-Brunei Darussalam, Dapat 8 Cap Paspor Imigrasi!

Perjalanan lintas border overland dari Malaysia ke Brunei Darussalam memang menjadi satu wishlist saya sejak lama. Sebuah perjalanan menembus batas antarnegara paling unik di dunia. Melewati hutan Borneo yang luas, magis, dan memberikan pengalaman tak terkira, sekaligus mendapatkan 8 cap paspor. Mengingatkan saya kembali pada saat saya menjelajah pedalaman Kalimantan Selatan selama dua bulan, untuk bertugas memetakan jaringan listrik desa. Kali ini saya kembali, tapi tidak sendiri.

Buat kalian yang baru main ke blog ini, lihat perjalanan saya sebelumnya disini:

Password Selama Perjalanan: Paspoort!!!

Panggilan dari Kru Sipitang Express Paspooort…!!! adalah Kata yang paling melekat dalam perjalanan saya saat itu. Bayangkan, perjalanan hanya satu hari, tapi saya dapat 8 cap paspor.

Kalau menurut Google maps, perjalanannya hanya 258 km, yang jika ditempuh dengan kendaraan darat sekitar 4 jam 37 menit. Namun demikian, di perjalanan kali ini saya harus melintasi border antarnegara bagian, juga antarnegara.

Kami berhenti di 7 pos imigrasi, paspor kita diperiksa, dan harus keluar masuk negara sehingga total perjalanan menjadi 10 jam.

Dari Kota Kinabalu Sabah, Naik Apa ke Brunei Darussalam?

Saya naik Sipitang Express. Berangkat dari Kota Kinabalu Sentral dengan tujuan akhir Pasar Gadong, Bandar Seri Begawan. Ulasan lengkap Bus Sipitang Express beserta cara pembelian tiketnya sudah saya tuliskan disini.

Pengalaman dan review naik Bus Sipitang Express KK-Brunei

Total waktu perjalanan adalah 10 jam. Satu jam lebih lambat dari perkiraan di aplikasi bus. Mungkin karena saat itu kami berangkat di akhir pekan, tepatnya Jumat tanggal 15 Mei 2026.

Sehingga banyak kendaraan yang melintas dan keluar masuk Brunei Darussalam. Antrian di imigrasi masuk Brunei yang agak lama. Biasanya hanya 30 menit, tapi saat itu mencapai hampir 1 jam.

Baca juga: Sehari di Kota Kinabalu, kota yang introvert friendly

Pesta 8 Cap Paspor di Imigrasi dimulai:

Setelah perjalanan selama 1 jam 15 menit (95,8 km), pemberhentian pertama bus adalah di Beaufort Bus Terminal Sabah. Kurang lebih, bus berhenti selama 20 menit.

Di sini kru dan penumpang bisa ke toilet, dan juga sarapan sejenak di warung mamak.

Selanjutnya bus kembali melanjutkan perjalanan selama 1 jam 10 menit (61 km) dan kami sampai ke pos Imigrasi pertama.

Pos Imigrasi Pertama: Sindumin (OUT) Merapok (IN)

Cap keluar Sindumin wilayah Sabah, dan Masuk Merapok Lawas, wilayah Serawak.

Pos imigrasi ini hanya satu ya. Keluar dan Masuk. Kita dapat 2 cap paspor sekaligus. Setelahnya, perjalanan kita lanjutkan selama 37 menit (34,5 km) ke Terminal Bas Lawas.

Di terminal ini, bus berhenti selama satu jam untuk makan siang, sholat, dan sedikit mengeksplore Lawas.

Kami makan siang di AR Kitchen lawas, yang letaknya tidak jauh dari pemberhentian Bus Sipitang Express.

Menu dan Harga di AR Kitchen, Lawas. Overland Malaysia Brunei
Menu dan Harga di AR Kitchen, Lawas

Saya memesan Laksa dengan seafood segar, dan rasanya sangat enak. Hanya RM 10 saja. Setelahnya, saya dan teman-teman menikmati birunya langit lawas, dan udaranya yang bersih meskipun panas.

Laksa Serawak,Overland Malaysia Brunei
Laksa Serawak

Langit Borneo memang tak pernah mengecewakan saya selama ini. Dia selalu memamerkan keindahan dengan awan bergumpal dan langit biru bersihnya. Seolah menyapa kita yang lelah menempuh perjalanan, dengan memberi damai di tanah Borneo.

Pos Imigrasi Kedua: OUT Mengkalap (Sarawak), Ketiga: IN Labu (Brunei)

Dari Terminal Bas Lawas, bus melaju kembali menuju Pos Imigrasi Mengkalap, selama 28 menit (24,7 km).

  • Pos Imigrasi kedua, kita keluar Mengkalap, Serawak. 
  • Pos Imigrasi ketiga, Masuk Labu, wilayah Brunei. 
Pos Imigrasi Mengkalap, Serawak, Overland Malaysia Brunei
Pos Imigrasi Mengkalap, Serawak, Overland Malaysia Brunei

Jarak Pos Imigrasi Mengkalap ke Pos Imigrasi Brunei hanya 700 meter saja. Kurang lebih 9 menit berkendara karena kita nggak bisa ngebut ya. Dan ada antrian kendaraan juga yang mau masuk ke Brunei.

Tips Masuk Imigrasi Brunei Darussalam:

Di pos imigrasi Labu, kami disambut oleh petugas imigrasi Brunei Darussalam dan sedikit wawancara. Pertanyaannya kurang lebih adalah alasan masuk Brunei, menginap dimana di Brunei, dan kapan kepulangan kalian.

Pos Imigrasi Labu, Brunei, overland malaysia brunei
Pos Imigrasi Labu, Brunei

Silakan siapkan dokumen kalian: Paspor, tiket pulang, dan bukti booking hotel. Kalau ditanya kalian bawa uang berapa, tapi kalian belum menukarkan BND atau tidak membawa Dollar Singapura, kalian jawab saja bawa kartu visa atau mastercard.

Jelaskan kalian akan melakukan pembayaran dengan kartu selama di Brunei. Nggak usah grogi, cukup tunjukkan percaya diri kalian, karena kalian masuk dengan cara legal.

Kurang lebih bus akan berhenti di Labu selama 30 menit.

Pos Imigrasi Keempat: Ujong Jalan (Brunei) (OUT)

Selesai cap imigrasi di Labu, perjalanan kita lanjutkan ke pos berikutnya selama 31 menit (27,1km).

Lalu Pos Imigrasi Keempat, keluar Ujong jalan wilayah brunei.

Hujan di Ujong jalan, mengiringi keluarnya kami dari wilayah Brunei Darussalam. Di pos imigrasi ini, kami tidak ditanya-tanya lagi ya, karena hanya keluar wilayah. Kami masuk ke pos imigrasi, lalu paspor kami langsung di cap oleh petugas.

Jalan darat membuat kami memotong wilayah Brunei yang terpisah bernama Distrik Temburong.

Jadi kami harus keluar dari Brunei, masuk lagi ke potongan wilayah Sarawak (Limbang), baru nanti masuk ke wilayah utama Brunei lagi.

Pos Imigrasi Kelima: Pandaruan, Sarawak (IN)

Diiringi hujan sepanjang perjalanan, bus melaju selama 9 menit (1,3 km) dan masuk ke Pos Imigrasi Pandaruan. Sarawak.

Pos Imigrasi kelima, kami masuk lagi wilayah Pandaruan, Limbang Sarawak. 

Pos Imigrasi Keenam: Tedungan, Sarawak (OUT)

Dari Pos Imigrasi Pandaruan menuju Tedungan, perjalanan ditempuh selama 56 menit (56,3 km).

Pos Imigrasi Keenam, keluar di Tedungan, Sarawak.

Setelah melewati daerah Limbang (Sarawak), kami akhirnya menuju perbatasan terakhir untuk benar-benar masuk ke wilayah inti di mana ibu kota Brunei berada.

Pos Imigrasi Ketujuh: Kuala Lurah, Brunei Darussalam

Dan akhirnya, kami ke Pos Imigrasi Ketujuh, Kuala Lurah, Brunei Darussalam. Pos terakhir sebelum kami benar-benar masuk ke Bandar Seri Begawan.

Sebenarnya, perjalanan dari Pos Tedungan ke Pos Kuala Lurah hanya 600 Meter saja, sekitar 5 menit berkendara. Tapi karena saat itu antrian mengular, sehingga kami tertahan cukup lama di sini. Hampir 1 jam.

Lesson Learned Lintas Border Overland Malaysia-Brunei Darussalam

Total perjalanan saat kami sampai di Sipitang Express Bus Terminal di Gadong, Brunei adalah 10 jam. Tapi saya tidak merasa lelah sama sekali dengan perjalanan ini. Malah, menjadi investasi ingatan dan rasa, juga pengalaman di benak saya.

Melintasi jalur darat dari Sabah, memotong Sarawak, hingga menembus lekak-lekuk wilayah Brunei Darussalam seperti membawa saya ke lain dunia. Dimana kita harus mengikuti batas wilayah yang unik, sekaligus menjalani kebijakan politik negeri Malaysia di pulau Borneo.

Bagi para pencinta petualangan seperti saya, sensasi membuka paspor dan melihat cap yang baru saja dibubuhkan di pos imigrasi ini memberikan fenomena tersendiri yang sulit dijelaskan.

Ada rasa puas, senang, bangga, sekaligus rasa syukur yang membuncah.

Buat saya, barisan cap di lembar paspor ini bukan sekadar birokrasi yang melelahkan, melainkan sebuah piala visual dan bukti otentik bahwa saya telah menaklukkan salah satu koridor perbatasan paling unik di dunia. Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam.

Bayangkan, jika Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat (RIS) seperti yang tercantum pada perundingan Linggarjati. Apa yang terjadi? Sepertinya saya harus ganti paspor setiap bulan sekali!

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.