Yuk kenalan dengan border terunik di dunia, jalur darat yang menghubungkan Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam! Pengalaman melintas dari Malaysia ke Brunei Darussalam, tapi kita harus cap paspor sebanyak 8 kali! Kok bisa? Kan hanya lewat dua negara?
Buat kalian yang baru main ke blog ini, lihat perjalanan saya sebelumnya disini:
- 3D2N di Brunei Darussalam
- 2 Hari 1 Malam di Kota Kinabalu, Malaysia.
- Itinerary Sehari di Ipoh
- Solo Traveling Malaysia 5H4N
Alasan Geografis di Balik 8 Cap Paspor Jalur Darat Borneo
Jadi, di Pulau Borneo terdapat tiga negara. Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Jika dilihat dari Peta Brunei Darussalam, wilayahnya membelah antara Sabah dengan Sarawak, wilayah Malaysia. Petanya bisa kalian lihat di bawah ini:

Selanjutnya, berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara Kesatuan Republik Indonesia, Malaysia adalah negara federal. Atau negara bagian.
Di utara pulau Borneo, terdapat dua negara bagian terbesar Malaysia, yaitu Sabah yang beribukota Kota Kinabalu, dan Sarawak yang beribukota Kuching.
Meskipun berada di bawah bendera federal yang sama, Sabah dan Sarawak memiliki aturan yang sangat berbeda dengan wilayah Malaysia Semenanjung (Kuala Lumpur dan sekitarnya).
Sehingga, kedua negara bagian tersebut memiliki imigrasi sendiri. Dan saat akan berpindah dari Sabah ke Sarawak, warga Sabah harus melalui pos imigrasi. Pun demikian sebaliknya.
Hal ini pernah disampaikan juga oleh Nurin, seorang mahasiswa Malaysia yang duduk di kereta dengan saya saat perjalanan dari Ipoh ke Kuala Lumpur.

Nurin bilang, bahwa dirinya warga Semenanjung, jika akan ke Sabah atau Sarawak, harus bawa paspor dan melewati pemeriksaan imigrasi. Aturan yang berlaku untuk mereka sama dengan aturan yang berlaku untuk saya WNI yang akan ke Sabah atau Sarawak.
Saat itu saya pun bertanya-tanya, kenapa warga negara di satu negara, tapi harus melewati check point imigrasi?
Kalau di Indonesia, kita kan hanya tinggal menunjukkan KTP saat boarding. Itupun, kalau telah sampai di kota tujuan, kita tidak di cek lagi. Ya masuk saja, karena kita adalah Warga Negara Indonesia.
Sejarah Sabah dan Sarawak, juga Rahasia Geopolitiknya
Oke, saya bahas lebih jelas ya. Sabah dan Sarawak memegang rahasia geopolitik yang jarang ditemukan di negara lain. Ketika Federasi Malaysia dibentuk pada tahun 1963 melalui Perjanjian Malaysia (MA63), kedua negara bagian ini diberikan hak otonomi khusus yang sangat kuat.
Salah satu manifestasi paling nyata dari otonomi ini adalah kendali penuh atas kebijakan imigrasi mereka sendiri.


Tujuannya adalah untuk melindungi warga Sabah dan Sarawak terhadap gempuran kedatangan warga Semenanjung, atau warga pendatang dari negara lain yang ingin bekerja di tanah Borneo.
Artinya, bahkan warga Malaysia dari Semenanjung pun harus melewati pemeriksaan imigrasi dan mendapatkan izin tinggal terbatas saat memasuki Sabah atau Sarawak.
Hak istimewa inilah yang kemudian menciptakan salah satu rute perjalanan darat paling unik sekaligus melelahkan di dunia ketika kita mencoba menyeberang dari Sabah menuju negara tetangga, Brunei Darussalam.
Border Terunik di Dunia: Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam
Setiap orang yang akan melintasi batas negara Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam harus melewati 4 perbatasan keluar masuk, dengan 8 cap paspor.


Berikut adalah list perbatasan yang akan kalian lalui jika melakukan perjalanan darat dari Malaysia ke Brunei Darussalam:
- Perbatasan 1: Keluar dari Negara Bagian Sabah (Malaysia)
- Perbatasan 2: Masuk ke Bagian Utama Brunei
- Perbatasan 3: Melewati Eksklave Temburong (Brunei)
- Perbatasan 4: Masuk ke Ibu Kota Brunei (Bandar Seri Begawan)
Kesan Setelah Melakukan Perjalanan 10 Jam
Di bulan Mei, tepatnya tanggal 15 Mei 2026, saya dengan sahabat terdekat saya Mbak Deasy, Bhekti, dan Teh Hety melintasi perbatasan ini.
Berbekal riset dan itinerary yang saya buat, akhirnya saya berhasil membujuk mereka untuk melewati pos lintas batas terunik di dunia ini.
Kami terbang dari Jakarta menuju Singapura dengan Scoot airlines, main sebentar di Singapura, lalu melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu, Sabah. Keesokan harinya seharian kami mengeksplore Kota Kinabalu.
Cerita dan Itinerary sehari di Kota Kinabalu bisa kalian baca disini.
Esok harinya, pukul 6.30 dari hotel kami sudah bertolak ke KK sentral, untuk menempuh perjalanan darat menuju Brunei Darussalam. Kami naik Sipitang Express, yang busnya sudah saya review disini:
Review Bus Sipitang Express Kota Kinabalu-Brunei Darussalam
Bisa saja kami naik pesawat langsung dari Jakarta menuju Brunei Darussalam. Tapi “petualangan mahal” ini sayang sekali untuk dilewatkan. Perjalanan yang tidak mudah, tapi sungguh memuaskan jiwa petualang saya.
Di postingan berikutnya saya akan menceritakan kepada kalian, tahap demi tahap perjalanan kami menuju Negeri Sultan. Kalian berani coba?




Add comment