Kuliner Khas Brunei

Berburu Kuliner Khas Brunei Yang Cocok di Lidah Orang Indonesia: Hasil Kurasi Jujur Saya

Di tulisan ini saya mau kasih rekomendasi tempat kuliner di Brunei yang cocok di lidah orang Indonesia. Ketika traveling bareng sahabat-sahabat saya, tugas utama saya adalah memastikan itinerary, sekaligus memilihkan tempat makan yang enak. Harus enak dan cocok di lidah mereka, supaya agenda traveling kami berjalan lancar dan suasana hati semuanya bahagia.

Kalian ada yang sama nggak? Kalau saat traveling ya harus makan sepuasnya, terutama kuliner lokalnya. Kalau gaya traveling kalian sama dengan saya, website ini adalah tempat yang sangat tepat untuk memandu kalian secara jujur saat berpetualang di Bandar Seri Begawan.

Brunei Series:

Gadong Night Market

Pasar ini sudah menjadi destinasi yang kami nantikan sejak di tanah air. Bahkan kami sengaja memesan hotel di area Gadong karena memang ingin mengeksplor kuliner di Gadong Night Market.

Gadong Night Market ini bentuknya seperti pasar indoor, tapi tanpa dinding. Kalau menurut saya, sekilas mirip dengan Pasar Modern yang ada di Indonesia. Dengan banyak tenant kuliner di setiap sisinya.

Kuliner Khas Brunei di Gadong Night Market
Aneka Mie, ada Indomie telur 1,50 BND

Makan apa di Gadong Night Market?

Sampai di sana, kami mencoba makan Bakso dan Soto, tapi yang masak adalah orang Brunei. Bukan orang Indonesia. Rasanya memang jadi berbeda dengan bakso dan soto yang biasa kita makan di Indonesia.

Soto dan Bakso di Gadong Night Market, Kuliner Khas Brunei
Soto Gadong BND 5
Kuliner Khas Brunei di Gadong Night Market, Bakso dan Soto BND 3
Bakso dan Soto BND 3

Bahkan saya lihat, kuah soto dan bakso itu berasal dari panci yang sama. Yang membuatnya berbeda hanya isiannya saja. Bakso berisi bakso dan bihun, sedangkan soto berisi suwiran ayam, sapi, dengan bihun.

Kemudian, di Brunei terasa lebih berempah, dan berkaldu, tapi kurang micin. Kalian ngerti kan, maksud saya?

Sambalnya juga hanya cukup pedas. Bukan pedas meledak seperti yang biasa saya makan di Bandung, Garut, atau Jakarta. Meskipun demikian, menurut saya rasanya cukup enak.

Berapa Harga Makanan di Gadong Night Market?

Harga seporsi standar bakso dan soto daging 3 BND, atau sekitar Rp43 ribu rupiah. Sedangkan porsi besar 5 BND, atau 70.000.

Terasa banget ketika rupiah kita lagi anjlok-anjloknya. Padahal di Desember 2025, kurs 1 BND itu masih di Rp10ribuan.

Selanjutnya kami juga beli mangga yang cukup besar. Harganya sekitar 3,5 BND per cup, dari 1 mangga. Rasanya manis, dengan hint asam. Mirip dengan mangga jenis cengkir di tanah air.

Disini mangga cukup mahal karena mungkin impor dari Malaysia atau Thailand.

Nasi Katok, Makanan Khas Brunei

Jangan lupa untuk mencoba makanan khasnya. Yaitu Nasi Katok dan Keropok Lekor. Nasi Katok itu nasi ayam dengan sambal hijau atau merah yang kita boleh pilih.

Konsepnya mirip dengan nasi kucing khas Yogyakarta, tapi disini porsinya besar.

Kuliner Khas Brunei, Nasi Katok yang paling laris di Gadong Night Market
Nasi Katok yang paling laris di Gadong Night Market

Harganya mulai BND 1,20 untuk Nasi Katok Ayam, dan BND 3.00 untuk Nasi Katok Kambing.

Jujur, saya lebih suka Nasi Katok Kambingnya.

Keropok Lekor Khas Melayu

Menurut saya, keropok lekor itu bentuknya mirip batagor atau pempek lenjer. Saya kira tadinya itu pempek. Ternyata beda sekali rasanya.

Kuliner Khas Brunei, Keropok Lekor
Kuliner Khas Brunei, Keropok Lekor. 1 BND dapat 6pcs

Keropok Lekor merupakan cemilan khas Melayu yang terbuat dari tepung sagu dan ikan. Nanti makannya dicocol dengan saus yang pedas manis, bukan cuko asam pedas seperti di Palembang.

Ikan Bakar Segar

Jangan lewatkan juga ikan bakar segar disini. Benar-benar fresh dan rasa asli ikannya dominan karena tidak banyak bumbu.

Kuliner Khas Brunei, Ikan Bakar Segar di Gadong Night Market
Ikan Bakar Segar

Hanya menggunakan garam saja sehingga rasa manis dan umami dari ikannya tidak tertutupi.

Teh Tarik dan Aneka Dessert

Kemudian, ada teh Tarik dan aneka minuman serba 1 BND. Satu cup besar seperti ini.

Aneka Minuman Segar Serba 1 BND di Gadong Night Market
Aneka Minuman Segar Serba 1 BND

Sebenarnya banyak dessert juga di Gadong Night Market. Tapi saya keburu kenyang. Kalau kalian mau, tersedia aneka kue tradisional, yang mirip sebenarnya dengan di Indonesia.

Harga aneka teh Tarik dan Kopi di Gadong Night Market
Harga aneka teh Tarik dan Kopi di Gadong Night Market

Chop Jing Chew Restaurant

Dari hotel, saya dan teman-teman berjalan kaki sepanjang 1,5 km ke Chop Jing Chew. Sebuah restaurant legendaris yang disukai warga lokal Brunei untuk sarapan. Lokasinya terletak di Simpang 5, No.10, Jalan Gadong, 1, Bandar Seri Begawan BE4119, Brunei.

Suasana Sarapan di Chop Jing Chew. Restaurant Legendaris di Bandar Seri Begawan
Suasana Sarapan di Chop Jing Chew. Restaurant Legendaris di Bandar Seri Begawan

Restaurant ini sering disebut Jing Chew. Didirikan tahun 1946 oleh keluarga Han dari Hainan dan menyajikan hidangan peranakan Chinesse Melayu seperti di Kopi Tiam.

Menu andalannya adalah Roti Kuning Kahwin. Kahwin dalam bahasa Brunei adalah Roti campur. Jadi seperti roti toast kaya (selai kelapa). Seperti ini bentuknya:

Roti Kuning Kahwin dengan butter di dalamnya, Chop Jing Chew, Kuliner khas Brunei
Roti Kuning Kahwin dengan butter di dalamnya

Varian lainnya adalah roti toast berisi selai kacang dan butter. Roti dengan telur mata sapi setengah matang.

Roti Isi Kacang Chop Jing Chew
Roti Isi Kacang Chop Jing Chew

Menurut saya, rotinya lembut, Selai kayanya juga enak dan tidak terlalu manis. Jujur, saya sangat familiar dengan rasanya.

Roti Kuning Kahwin, Kaya Toast, Teh Tarik di Chop Jing Chew
Roti Kuning Kahwin, Kaya Toast, Teh Tarik

Kemiripan rasa roti kuning kahwin dengan roti kaya toast yang biasa saya makan di Sabang 16, Kopi Oey Sabang, dan Kopi Purnama mencapai 98%. Baik dari segi tekstur, rasa, dan juga richness-nya.

Jadi bukan rasa yang baru. Pengalaman sarapan bersama warga lokal Brunei-lah yang menjadikannya spesial. Kami jadi bisa merasa lebih dekat dengan kehidupan warganya.

Soto Pabo, Kampung Ayer

Soto Pabo terletak di Kampung Ayer, tepatnya di Spg. 222, Jalan Kota Batu, Kampong Pintu Malim, Bandar Seri Begawan, Brunei. Dari tempat makan, kita bisa melihat sungai Brunei yang membelah dua sisi negeri.

Soto Pabo Bandar Seri Begawan
Soto Pabo Bandar Seri Begawan

Sungai ini juga dikenal banyak buayanya, sehingga seringkali saya melihat peringatan waspada adanya buaya di beberapa tempat.

Menu di Soto Pabo boleh dikatakan otentik Brunei, karena menyajikan aneka makanan yang memang rasanya familiar di lidah kita orang Indonesia, tapi beda citarasa.

Hidangan yang dipesan di Soto Pabo
Soto Brunei: Tengah

Misalkan disini menu Soto. Rasanya lebih mirip sup kuah kaldu yang rich daripada Soto pada umumnya di Indonesia. Lalu semua menu Soto di sini tidak disajikan bersama nasi, melainkan dengan mie, bihun, atau kwetiau. Unik, bukan?

Kuliner khas Brunei: Laksa Brunei dengan udang galah
Laksa Brunei dengan udang galah

Kalau disuruh mendeskripsikan rasanya, kuliner Brunei merupakan perpaduan kuliner Indonesia (Kalimantan) dengan Malaysia. Meskipun bumbunya kuat, rasa yang dihasilkan tetap mild. Tidak berkuah santan kental dan bumbu yang nendang seperti kuliner Indonesia. Cocok untuk comfort food.

Sapo Tahu Brunei di Soto Pabo Bandar Seri Begawan
Sapo Tahu Brunei

Harga makanan di Soto Pabo boleh dibilang terjangkau. Mulai dari 1,5 BND untuk minuman, dan yang termahal sekitar 18 BND untuk bertiga.

Tapi rata-rata, untuk menu perorangan, termahalnya sekitar 8,5 BND untuk menu laksa udang galah. Atau sekitar Rp120 ribuan. Seafood udang yang sangat segar dan melimpah porsinya.

Kang Abdilah, Karyawan Soto Pabo dari Cianjur
Kang Abdilah, Karyawan Soto Pabo dari Cianjur

Lucunya, kami dilayani oleh Kang Abdillah, dari Cianjur. Selanjutnya ada juga staf yang dari Cimahi. Akhirnya kami menggunakan bahasa Sunda saat berkomunikasi.

Menyenangkan sekali bertemu saudara setanah air di Brunei Darussalam.

Makan Siang di Ambuyat Liyana

Semula, saya hendak membawa sahabat-sahabat saya makan di Ambuyat Aminah Arif. Namun saat kami mampir ke Wisma Setia di pagi hari, kami bertemu dengan diaspora Indonesia yang memiliki toko di tempat itu. Ibu Fatimah namanya.

Olehnya, kami diberi tahu tempat makan yang enak. Karena kami ingin mencoba Ambuyat, Ibu Fatimah menyarankan makan Ambuyat di Liyana.

Sebuah Restaurant khas Brunei yang menyajikan menu Ambuyat yang lezat, dan letaknya di Batu Bersurat.

Menu dan Harga Hidangan Ambuyat Liyana, Kuliner Khas Brunei
Menu dan Harga Hidangan Ambuyat Liyana
Harga Minuman di Liyana
Harga Minuman di Liyana

Batu Bersurat adalah kawasan komersial dan pemukiman sibuk yang terletak di Kampung Pengkalan Gadong/Kiulap, Bandar Seri Begawan. Di kawasan ini, terdapat banyak ruko yang menyediakan berbagai layanan seperti supermarket kecil, toko hewan peliharaan, dan kafe.

Kalau di maps pemerintah Brunei Darussalam, kawasan ini dinamakan kawasan hiburan menarik.

Restaurantnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Disini kami mencoba Ambuyat, makanan khas Brunei yang seperti Papeda atau Kapurung, dengan saus Tampoyak, ditambah sayur ubi tumbuk yang mirip masakan Padang. Menurut saya rasa dan tekstur Ambuyat ya 100 persen Papeda.

Ambuyat Liyana, Makanan Khas Brunei
Ambuyat Liyana, Makanan Khas Brunei

Bedanya adalah lauknya. Di Brunei menggunakan saus Tampoyak dari durian yang difermentasi, sedangkan Papeda atau Kapurung, biasanya disajikan dengan sayur ikan kuah kuning.

Satu lagi yang sayang untuk dilewatkan, adalah Cucur Campur.

Menu Cucur (Gorengan) di Ambuyat Liyana Batu Bersurat, Bandar Seri Begawan
Menu Cucur atau Gorengan di Ambuyat Liyana

Semula, kami memesan hidangan ini karena kami kira cucur campur adalah semacam sayuran seperti Capcay. Tapi ternyata salah besar.

Cucur dalam bahasa Brunei artinya Gorengan. Sehingga Cucur Campur adalah aneka gorengan.

Rasanya mirip dengan di Indonesia, gorengan berkualitas dengan ubi jalar, singkong, dan pisang goreng yang manis.

Mana Yang Paling Cocok dengan Lidah Orang Indonesia?

Diantara semua makanan yang saya coba di Brunei, hampir semuanya cocok dan memiliki kemiripan hingga 80-95% dengan hidangan Indonesia. Tapi kalau boleh memilih, yang paling persis makanannya dengan Indonesia adalah Nasi Katok.

Di Indonesia, nasi katok mirip nasi ayam dengan sambal, yang mudah kita temukan dimana pun berada. Rasa sambalnya seperti sambal rumahan, baik sambal hijau maupun sambal merahnya.

Bertemu mereka yang menemani ibunya berjualan, di Juice Watermelon and Mango Raziq
Bertemu mereka yang menemani ibunya berjualan, di Juice Watermelon and Mango Raziq

Porsinya juga cocok untuk orang Indonesia. Tidak terlalu banyak, tidak juga terlalu sedikit seperti nasi kucing. Lebih mirip nasi rames yang kita beli di warung.

Nah bagaimana hasil kurasi saya? Semoga bisa membantu kalian saat kulineran di Brunei Darussalam.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.