Cara ke Batu Caves Naik Kereta

Cara ke Batu Caves naik Kereta

[UPDATE 2026] Tadinya saya mau ke Melaka. Tapi karena saya baru pulang dini hari dari Ipoh, badan ini mager saat mau diajak jalan. Saya kepingin santai. Akhirnya, saya memilih untuk jalan-jalan di sekitar Kuala Lumpur saja. Batu Caves jadi pilihannya. Disini ini saya mau cerita ke kalian, cara ke Batu Caves naik Kereta. Agak panjang dan detail ya ceritanya.

Rangkaian Tulisan Solo Traveling Malaysia:

Sarapan Pagi di Chow Kit

Sebelum pergi, saya sarapan dulu di daerah Chow Kit. Namanya Yem Nasi Campur, di Jl. H. Husein. Patokannya depan K mart. Rumah makan ini konsepnya seperti warung mamak, dengan menu nasi lemak dan aneka lauk yang menggoda.

Kalau saya ke Kuala Lumpur, insyaAllah saya akan mampir kesini lagi untuk mencicipi menu lainnya.

Meskipun rasanya enak dan tempat duduknya juga cukup nyaman, ada yang bikin saya canggung di warung mamak itu. Makannya harus pakai tangan!

Saya sangat jarang makan tanpa sendok. Di rumah pun, saya selalu makan pakai sendok dan garpu. Faktor kebiasaan saja sebetulnya.

Nah di warung mamak yang saya datangi, tidak disediakan sendok. Lalu saya lihat semua yang makan disitu juga menggunakan tangan. Walhasil saya pun akhirnya makan tanpa sendok, dan berantakan minta ampun. Duh malunyaa…mana enak lagi makanannya.

Kalau kalian adalah orang seperti saya yang nggak biasa makan pakai tangan, saya sarankan bawa sendok dan garpu dari rumah. Itu akan sangat membantu.

Perjalanan penuh drama ke Stasiun Putra

Jadi ceritanya, waktu saya mau ke Batu Caves naik kereta, saya buka google maps. Eh ternyata sesat memang! Oleh maps itu saya disarankan naik KTM Seremban dari stasiun Putra.

Cara ke Batu Caves Naik Kereta
LRT dari Stasiun Masjid Jamek

Dari hotel saya di kawasan Masjid Jamek, saya naik LRT AGL ke stasiun PWTC. Dari Stasiun PWTC pindah ke Stasiun Putra.

Semula saya kira, stasiun Putra ini terinterkoneksi dengan Stasiun PWTC. Ternyata, jaraknya seperti kita transit dari Stasiun Kebayoran terus naik Skywalk Kebayoran Lama! Mmm…malah menurut saya lebih jauh sih. Soalnya saya butuh 20 menit jalan kaki cepat.

Biasanya, dari Skywalk Intermoda ke Stasiun Cisauk yang jaraknya kurang lebih 650 meter saja, saya hanya butuh waktu 7-9 menit jalan santai.

Nah kalian bisa bayangin sendiri lah ya, betapa kesalahan pengambilan keputusan yang saya buat, sangat membuat saya tidak nyaman.

Apakah setelah jalan sejauh itu sudah langsung bisa masuk ke Stasiun Putra?

Jawabannya, Tidak. Kita masih harus jalan kaki lagi menuju stasiun melalui trotoar yang panasnya…Naudzubillah. Astaghfirullah….

Tips buat kalian yang mau ke Batu Caves dari Masjid Jamek: Naik LRT ke arah KL. Sentral saja. Dari KL Sentral, kalian sambung dengan KTM Seremban Line ke Batu Caves. Biasanya keretanya berangkat 30 menit sekali.

Setidaknya, kalau kalian dari KL Sentral, itu tempatnya adem, nggak usah jalan terlalu jauh seperti yang saya alami.

Kondisi Skywalk dari Stasiun PWTC ke Stasiun Putra

Kondisi skywalk disini juga beda banget sama di Kebayoran ya. Di Kebayoran masih tergolong adem, angin Jakarta juga tidak sepanas di KL. Bersyukur banget setiap halte di Jakarta tuh pasti nggak jauh sama stasiun transit.

Disini tuh lebih mirip jembatan penyebrangan model lama seperti di daerah Tangerang. Dengan kondisi lebih luas sih, tapi suasananya mirip begitu. Jadi bukan yang modern seperti yang kita temukan di Jakarta.

Sebagai bahan pertimbangan soal fisik, di Bandung atau Jakarta, saya terbiasa jalan 7000-10.000 langkah per hari. Saya juga terbiasa ngajar 7-8 jam sehari, berdiri dan berkeliling kelas. Naik tangga juga sampai lantai 15 kalau lift penuh. Jadi saya bukan bermasalah dengan jalan kakinya.

Di Kuala Lumpur, jalan kaki tuh beda rasanya. Suhu panas menyengat. Jalan sebentar saja keringat sudah bercucuran. Itu yang bikin saya nggak tahan dan perjalanan terasa jauh sekali.

Vibes 20 tahun tinggal di Bandung masih membekas erat soalnya. Saya tetap nggak tahan dengan udara yang terlalu panas.

Saran dari saya, kalau kalian mau jalan kaki di Malaysia, selalu sediakan air mineral yang cukup ya. Jangan sampai kalian dehidrasi.

Drama itu belum selesai….

Sampai di Stasiun Putra, saya melakukan kesalahan lagi. Malah beli tiket PP sekaligus. Duh oneeng…sudah tau kepanasan malah beli tiket PP. *Tepok jidat.

Menjadi frequent traveller selama belasa tahun bukan berarti bebas dari kesalahan ya guys. Kadang kita ceroboh, atau bergerak di luar nalar kita. Ya namanya juga lyfe.

Sendirian di Stasiun Putra, Cara ke Batu Caves Naik Kereta
Sendirian di Stasiun Putra

Makanya saya cerita detail ke kalian soal Cara ke Batu Caves naik kereta, supaya kalian mengurangi eror seperti yang saya lakukan.

Anyway, di Stasiun Putra kita akan naik KTM Seremban, dengan harga RM 4,60 PP. Murah banget kan? Itu berarti harga sekali jalan kurang lebih hanya Rp15000an saja (Kurs saat itu RM1=Rp3300. Update 2026: RM1=Rp4100) jadi tarifnya Rp19.000.

Malangnya, kereta menuju Batu Caves baru saja lewat saat saya membeli tiket di mesin penjual tiket elektronik. Itu berarti saya harus menunggu kereta berikutnya.

Pembayaran Tiket dengan Kartu Debit dari Indonesia

Oh iya, saya bayar tiket pakai kartu debit mastercard BCA. Prosesnya mudah, dan cepat sekali. Di Stasiun Putra saat itu, tidak ada satu pun penjaga. Padahal Stasiunnya besar loh.

Kalau di Indonesia, mungkin mirip dengan Stasiun Rawabuntu. Hal ini bikin culture shock buat saya. Karena di Indonesia, sekecil apapun stasiun, selalu ada petugas, security, atau tim cleaning service yang siap sedia membantu kita.

Disini tuh benar-benar nggak ada orang guys. Hanya ada 1 loket yang saat itu ditutup, dan bertuliskan sedang istirahat.  

Kalau di Indonesia, mana ada petugas public transportation istirahat dalam waktu bersamaan? Pasti bergantian.

Tapi enaknya, disini tuh nggak banyak orang. Setidaknya, meskipun saya harus menunggu kereta berikutnya sekitar 50 menit (Katanya sih kereta ini lewat per 30 menit sekali. Ternyata lebih dari itu). Disitu saya kangen banget sama pelayanan Kereta Api Indonesia.

Hal yang saya syukuri dari keterlambatan kereta dan nyasar lewat Stasiun Putra adalah, saya jadi recharge energi dengan nikmatnya sepi yang nggak pernah saya temukan di Jakarta. Dan stasiun ini memberikan ketenangan dan lengang yang saya dambakan.

Mungkin Allah mengatur demikian. Bukan saya salah ambil keputusan dengan memilih Stasiun Putra, melainkan Allah mengizinkan saya untuk menyepi sejenak. Sepi yang benar-benar sepi, sehingga pikiran kita tak mendua. #Eaaa

Akhirnya, Kereta Menuju Batu Caves Datang

Ketika akhirnya kereta menuju Batu Caves datang, saya menarik nafas lega. Keretanya kosong. Terdapat pula coach (gerbong) khusus wanita. Nyaman pokoknya. Kursinya juga beda-beda setiap gerbong.

kursi di KTM Seremban, Malaysia. Cara ke Batu Caves Naik Kereta
Kursi di Gerbong paling belakang KTM Seremban, Malaysia
Di Dalam Kereta Menuju Batu Caves

Kalau di gerbong wanita, ada kursi yang menghadap depan gitu. Seperti kursi kereta Bandara.

Perjalanan dari Stasiun Putra menuju Batu Caves sekitar 23 menit saja. Atau sekitar 10 km jaraknya.

Menurut saya, kalau waktu kalian terbatas, lebih baik naik Grab menuju tempat ini. Karena kereta ada saja gangguannya.

Salah satunya adalah gangguan sinyal yang menjadikan perjalanan pulang saya, dari Batu Caves ke Stasiun Putra, harusnya 20 menit menjadi 1 jam 20 menit.

Stasiun Batu Caves, Selangor

Lanjut, sesampainya saya di Stasiun Batu Caves, saya langsung menuju loket keluar. Petunjuknya gampang dibaca kok. Kalian juga nggak usah takut nyasar atau kebablasan, karena ini adalah stasiun pemberhentian terakhir KTM Seremban Line.

Stasiun Batu Caves, cara ke batu caves naik kereta
Stasiun Batu Caves

Saat mau pulang, tadinya saya mau beli tiket ke KL Sentral. Tapi sore itu antrian di loket cukup panjang, dan kereta sudah siap berangkat. Akhirnya saya nggak jadi beli tiket lagi. Saya gunakan tiket di tangan saya yang sudah saya beli, lalu masuk ke kereta.

Lalu…perjalanan 1 jam 20 menit menuju Stasiun Putra dimulai. Selalu ada hal di luar ekspektasi kita saat traveling. Anggap saja ini ujian kesabaran, atau saat buat healing dan recharge energi buat para introvert.

Lesson Learned

Kalau tempat penginapan kalian tidak dekat Stasiun PWTC atau Putra, saya sarankan beli tiket ke Batu Caves dari Stasiun KL Sentral saja. Atau Stasiun Bank Negara. Karena kita tidak perlu jalan jauh untuk berganti kereta.

Sebenarnya di Kuala Lumpur jalan kaki itu menyenangkan. Tidak ada asap rokok di tempat umum, kondisi jalan raya juga tidak seramai di Jakarta, dan jalur pejalan kaki tidak diganggu oleh pedagang kaki lima.

Namun karena suhu yang sangat panas dan humiditas tinggi (kelembaban tinggi), makanya kita bakal cepat capek dan keringetan.

Saya sendiri, bukan nggak tahan sama jalan kakinya, melainkan dengan panasnya. Jadi menurut saya, kalau kalian mau main kesini, siapkan pakaian yang tipis dan menyerap keringat seperti katun.

Tidak usah berlayer-layer dan hindari bahan rajut, satin, atau bahan yang bakal bikin kalian kegerahan.  

Jangan lupa bawa topi atau payung. Kacamata hitam juga seringkali diperlukan karena panasnya se-menyengat itu.

Postingan berikutnya masih tentang Batu Caves. Seperti apa di dalamnya?

Itu saja cerita saya tentang cara ke Batu Caves naik kereta. Semoga bermanfaat ya, selamat mencoba Solo Traveling ke Batu Caves!

Lanjutan: Menapaki anak tangga di Batu Caves

Post Terbaru:

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.