Gate menuju pemeriksaan imigrasi luar negeri di Bandara Changi, Singapura

Panduan Bebas Kendala: Rahasia Tembus Pemeriksaan Imigrasi Luar Negeri untuk Pemula

Pada saat kalian pertama kali ke luar negeri, saya mengerti ketika kalian merasa bahwa menghadapi pemeriksaan imigrasi luar negeri memberikan momok tersendiri. Ada rasa takut, was-was, dan juga gamang saat berdiri di depan loket perbatasan negeri orang. Di artikel ini saya akan memberikan tips dan gambaran, bagaimana caranya menghadapi petugas imigrasi luar negeri.

Dokumen apa saja yang harus disiapkan saat melewati pemeriksaan imigrasi?

Seperti yang telah saya tulis di postingan sebelumnya, ketika kalian mau ke luar negeri, pastikan seluruh dokumen perjalanan kalian tersusun rapi dan mudah diakses di dalam tas tangan.

Ingat ya, dokumen penting selalu ada dalam tas tangan kalian, jangan taruh di bagasi. Apa saja sih dokumennya?

  1. Paspor: Masih berlaku minimal 6 bulan sebelum tanggal kedaluwarsa. Sebaiknya tidak usah ditaruh di sarung paspor. Cukup ditaruh di tas yang mudah diakses. Karena di beberapa bandara, kalian bisa lebih dari satu kali periksa paspor.
  2. Visa: Jika negara tujuan mewajibkan visa.
  3. Tiket Pulang (Return/Onward Ticket): Bukti bahwa kalian akan meninggalkan negara tersebut baik lewat darat, laut, maupun udara. Dokumen ini boleh soft copy atau dalam bentuk cetak.
  4. Bukti Akomodasi: Konfirmasi reservasi hotel atau alamat tempat tinggal selama di sana. Dokumen ini boleh soft copy atau dalam bentuk cetak.
  5. Itinerary: Buat rencana perjalanan kalian. Beberapa petugas ada yang memintanya, terutama jika kalian baru pertama ke luar negeri. Tapi ada juga yang hanya menanyakan, kalian mau kemana saja? Contoh itinerary bisa kalian lihat disini.
  6. Bukti Finansial: Kartu debit berlogo Visa atau Mastercard, kartu kredit, atau cetak rekening koran jika sewaktu-waktu diperlukan untuk membuktikan kemampuan finansial.

baca juga: Itinerary Brunei Darussalam 3D 2N

Mengapa seseorang bisa ditolak atau kena spill petugas imigrasi?

Petugas imigrasi adalah orang-orang yang sangat berpengalaman, dan memang sudah di rancang untuk mudah curiga terhadap pendatang, karena mereka adalah gerbang pertama perlindungan negerinya. Biasanya, orang yang akan diperiksa lebih detail adalah orang yang gugup, tidak tenang, dan bereaksi berlebihan.

Bagaimana agar tidak dicurigai petugas imigrasi saat ke luar negeri?

Selanjutnya, yang diperhatikan oleh petugas imigrasi adalah bahasa tubuh. Karena mulut boleh saja berbohong, tapi gestur, gerakan, dan bahasa tubuh tidak bisa dimanipulasi. Berikut saya berikan tips sikap, penampilan, dan cara menjawab pertanyaan petugas imigrasi agar lolos pemeriksaan.

Kota Kinabalu International Airport
Setelah pemeriksaan imigrasi
Order Grab di Bandar Udara Kota Kinabalu, setelah pemeriksaan petugas imigrasi
Order Grab di Bandar Udara Kota Kinabalu

Tetap Tenang dan Percaya Diri

Jangan menunjukkan gestur panik, gelisah, atau menghindari kontak mata, karena hal ini justru bisa menarik kecurigaan petugas. Kalau kalian tidak membawa barang terlarang, tidak masuk secara illegal, dan tidak melanggar hukum apapun, santai saja.

Bersikap Ramah boleh, Tapi Tetap Profesional

Kebiasaan orang Indonesia adalah selalu tersenyum. Namun di depan petugas imigrasi luar negeri, kalian tidak usah bersikap terlalu ramah. Profesional saja. Awali dengan sapaan sopan seperti “Good morning” atau “Good afternoon” kepada petugas.

Gunakan Pakaian yang Sopan

Berpakaianlah secara rapi dan wajar layaknya seorang wisatawan. Tidak usah berlebihan dengan pakai baju mencolok demi foto-foto, karena kalau kalian mau berfoto, silakan nanti sepuasnya setelah sampai di negara tujuan. Kemudian, usahakan selalu well dressed ketika kalian ke bandara atau ke luar negeri. Karena ketika kita well dressed, petugas imigrasi pun akan lebih menghargai kita.

Bagaimana Cara Berkomunikasi dengan Petugas Imigrasi Luar Negeri?

Bagian penting jika kamu adalah adalah cara berkomunikasi. Di sini kalian wajib berkomunikasi dengan jelas dan jujur. Kalau tidak bisa pakai Bahasa Inggris, gunakan bahasa tubuh sambil menunjukkan dokumen kalian.

  • Jawab Sesuai Pertanyaan: Berikan jawaban yang singkat, padat, dan jujur sesuai dengan apa yang ditanyakan. Jangan melebih-lebihkan atau memberikan informasi yang tidak ditanyakan. Kebiasaan orang Indonesia yang suka basa-basi nggak usah dibawa ya disini. Seperlunya saja.
  • Konsisten: Pastikan jawaban Anda sesuai dengan dokumen yang kalian miliki (misalnya durasi tinggal, tujuan kunjungan, atau tempat menginap).

Apakah harus bisa Bahasa Inggris saat wawancara imigrasi di luar negeri?

Pada umumnya, selain ke Malaysia dan Brunei Darussalam (karena bahasa kita masih serumpun), maka petugas imigrasi akan bertanya dalam Bahasa Inggris.

Kalau misalnya kalian kurang lancar berbahasa Inggris atau bahasa setempat, tetaplah tenang dan tunjukkan dokumen pendukung (seperti surat keterangan tur atau pemesanan hotel) untuk memperjelas maksud dan tujuan perjalanan kalian.

Atau, menurut saya lebih baik kalian belajar sedikit-sedikit Bahasa Inggris minimalis. Yang penting bisa jawab mau apa di negeri tersebut? Mau kemana saja? Selama di negara itu menginap dimana? Transaksi pembelian mau pakai apa? Dan kapan pulang atau meninggalkan negeri tersebut?

Namun, misalnya kalian bawa orang tua kalian yang nggak bisa Bahasa Inggris, biasanya kalian diperbolehkan untuk mendampingi mereka saat di loket pemeriksaan imigrasi.

Tergantung negaranya sih, baiknya kalian di depan orang yang kalian dampingi, lalu sampaikan pada petugas, apakah kalian diperkenankan mendampingi ibu atau ayah, atau kerabat kalian yang sudah sepuh, karena tidak bisa Bahasa Inggris.

Kalau tidak diperkenankan, tidak usah ngotot. Biasanya petugas punya cara sendiri untuk memeriksa turis yang non english speakers.

baca juga: Ipoh, Kota Kecil di Malaysia yang Mirip Semarang

Hal yang Harus Dihindari Saat Pemeriksaan Imigrasi Luar Negeri

Oke, tadi kita sudah membahas bagaimana cara bersikap dan dokumen yang harus dibawa. Sekarang adalah hal yang harus dihindari ketika kalian berada di area pemeriksaan imigrasi.

Jangan Menggunakan Ponsel, apapun alasannya!

Selalu matikan atau simpan ponsel kalian saat berada di antrean pemeriksaan imigrasi dan berhadapan langsung dengan petugas. Menggunakan ponsel di area imigrasi umumnya dilarang dan dianggap tidak sopan. Daripada disemprit atau ditangkap petugas saat foto-foto, lebih baik tunda dulu  

Hindari Bercanda saat pemeriksaan imigrasi luar negeri

Jangan pernah melontarkan lelucon sensitif (misalnya terkait keamanan, bercanda tentang bom, atau niat tinggal ilegal), karena petugas imigrasi sangat serius dalam menjalankan prosedur keamanan.

Itu dia tips dan trik saat kalian menghadapi pemeriksaan petugas imigrasi. Semoga bisa membantu dan memudahkan perjalanan kalian. Salam Traveler!

Post Terbaru:

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Selamat datang di Rumah Arum,

Hai teman-teman, Arum Silviani disini. Saya adalah seorang travel blogger, Praktisi Digital Marketing and Communication, Founder Antasena Projects, dan juga Dosen di Fakultas Bisnis UMN yang suka traveling. Website yang berisi Info Traveling, Kuliner, dan Gaya Hidup yang Indonesia Banget! Disini kalian akan saya suguhi keindahan Indonesia, dari POV warga lokal.

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Advertisement

Small ads

Arum’s Archieve

Contact Me for Business Inquiry & Collaboration

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.