
Karena setiap wanita diciptakan menjadi makhluk yang kuat, maka tak semestinya Ia mengeluh, lantas mengandalkan kelemahannya setiap ia menghadapi kesulitan.
baca juga: Pasar Kayu Muntilan, Lokasi Syuting Gadis Kretek
Karena setiap wanita itu dilahirkan sebagai makhluk yang lembut, maka tak semestinya Ia menghujat dan memaki keadaan. Apalagi membandingkan dengan keadaan di masa lalu. Ia senantiasa menjaga mulut dan hatinya dari segala pikiran dan prasangka buruk.
Karena setiap wanita adalah seorang pendidik, semestinya Ia selalu menjaga perilaku dan akhlaknya, demi generasi berikutnya.
Karena setiap wanita lahir ke dunia mengemban misi sebagai pilar kecerdasan bangsa, maka semestinya Ia bergerak, berbuat, dan memberikan langkah nyata yang jelas bermanfaat.
Wanita sejati pantang mengeluh, pantang menghujat, pantang memaki keadaan. Ia selalu merdeka dan mandiri, Ia mendorong pasangannya untuk sukses, dan membimbing anak-anaknya untuk menapaki tangga cita-cita.
Ia juga selalu bersimpuh di hadapan Tuhannya untuk memohon restu setiap langkahnya, mendoakan keluarga, bangsa, negara, dan agamanya. Ia memadukan kecerdasan otak dan hatinya untuk berpikir positif. Tanpa diselingi pikiran nyinyir apalagi memandang rendah orang lain.
Tanpa dinodai prasangka buruk yang hanya akan menghancurkan kehidupan, tapi tak mengubah keadaan.
Selamat hari Kartini untuk semua wanita di Indonesia, dan dunia.

Post Terbaru:
- Menepi Sejenak ke Masjid Terkenal di Brunei Darussalam
- Berburu Kuliner Khas Brunei Yang Cocok di Lidah Orang Indonesia: Hasil Kurasi Jujur Saya
- Keliling Bandar Seri Begawan Pakai Transportasi Publik, Mana yang paling seru?
- Pengalaman Lintas Border Overland Malaysia-Brunei Darussalam, Dapat 8 Cap Paspor Imigrasi!
- Menembus Border Terunik di Dunia: Pesta Cap Paspor di Sabah, Sarawak, dan Brunei!




Add comment