Menghadapi petugas imigrasi memang menjadi momok dan tantangan tersendiri bagi orang yang belum pernah ke luar negeri. Di postingan kali ini, saya mau cerita bagaimana menghadapi petugas imigrasi selama traveling ke beberapa negara. Saya cerita berdasarkan pengalaman pribadi, bukan katanya-katanya. Buat yang baru masuk ke website ini dan mau tahu tentang Brunei, saya sudah menulis lengkap panduan ke Brunei disini:
Brunei Series:
- Berburu Kuliner Khas Brunei
- Keliling Bandar Seri Begawan Pakai Transportasi Publik
- Menembus Border Negara Terunik di Dunia
- 8 Cap Paspor Imigrasi Sabah, Serawak, dan Brunei Darussalam
- Naik Bus Sipitang Express KK-Brunei
- 3D2N di Brunei Darussalam
- 2 Hari 1 Malam di Kota Kinabalu, Malaysia.
- Cara Beli Tiket Kereta di Malaysia
- Itinerary Sehari di Ipoh
- Solo Traveling Malaysia 5H4N
Pengalaman Menghadapi Petugas Imigrasi
Untuk menjawab pertanyaan kalian, rumit nggak sih kalau ke luar negeri? Nanti gimana di loket imigrasi? Bayar nggak ke petugas? Harus nunjukin uang cash nggak?
Oke, sini saya spill. Kalau dibilang rumit, tergantung. Sebenarnya standar sih. Sebelum kita memasuki suatu negara, kita wajib memeriksa dengan detail, apa saja yang dibutuhkan untuk masuk ke negara tersebut.
Misalnya, kalau mau ke Malaysia, kita harus isi MDAC. Ke Brunei ada Brunei Arrival Card, Singapura juga ada Singapore Arrival Card. Dan seterusnya tergantung negara.
Apa Saja yang Harus Diisi di Dalam Arrival Card?
Dalam data tersebut, kita diminta untuk mengisi nama, nomor paspor, pekerjaan, alamat kita tinggal selama di negara tersebut, keperluannya apa, berapa hari, dan kapan hari kepulangan berikut kode penerbangan pesawat pulangnya.
Pastikan tidak ada typo pada saat mengisi data ini. Harus sama dengan identitas kita di paspor. Karena saya pernah ketemu dengan turis dari Philiphine, yang bolak-balik bermasalah di imigrasi saat kami melintas di perbatasan Malaysia dan Brunei Darussalam.
Bayangin, ada 8 pos imigrasi, dan di ke-delapan pos tersebut, mereka bermasalah karena….
Typo saat menulis nama.
Nama di paspor, tiket, MDAC, dan Brunei Arrival Card tidak sama.
Sehingga, sebaiknya perhatikan baik-baik soal hal ini.
Selanjutnya, nanti ketika kita sampai di loket imigrasi, kita tinggal menunjukkan bukti-buktinya. Misalkan, kita datang dengan keperluan traveling atau liburan, bukti pemesanan hotel selama kita tinggal, dan tiket pulang.
Apakah Petugas Bertanya Kita Bawa Uang Berapa?
Ini biasanya masuk ke pertanyaan random check. Terutama, kalau kalian datang ke suatu negara, terus belum booking tiket pulang, dan belum pesan hotel juga. Pihak imigrasi akan memasukkan kalian ke dalam kategori “alert” atau orang yang harus diperiksa lebih lanjut.
Apalagi kalau sebelumnya kalian belum pernah ke luar negeri.
Perpaduan paspor masih kosong, tatapan penuh keraguan dari kalian, gestur tubuh yang tidak meyakinkan, ditambah belum punya tiket pulang pasti akan membuat petugas ragu untuk meloloskan kalian.
Biasanya, paspor kalian akan diperiksa lebih detail. Masa berlakunya, nggak boleh kurang dari 6 bulan, kalian ada keperluan apa, dan kalian ditanya bawa uang cash berapa? Ada jumlah minimum yang harus dipenuhi.
Sebagai contoh, kalau kalian ke Brunei, kalian harus punya 100 BND per hari. Kalau kalian tinggal 3 hari, berarti kalian minimal harus punya 300 BND dan uang cash ini ditunjukkan ke pihak imigrasi.
Kalau Belum Punya BND atau Mata Uang Setempat bagaimana?
Harus cari ATM di area imigrasi, yang belum tentu itu ada. Atau, boleh membawa mata uang SGD atau USD.

Ini semata-mata untuk memastikan kalian tidak masuk ke suatu negara untuk bekerja secara ilegal, bukan termasuk orang yang terlibat TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), dan selama di negara tersebut, kalian tidak akan lontang lantung.
Uang digunakan sebagai jaminan kalau kalian akan mampu membayar semua biaya baik itu transportasi dan akomodasi selama di negara tujuan.
Tapi kalau kalian ada tiket pulang, imigrasi biasanya nggak meminta bukti uang cash. Paling kalau petugasnya lagi random check, pertanyaannya adalah,
“Nanti selama di Brunei pembayarannya mau pakai metode apa?”
Kita tinggal bilang bawa kartu internasional berlogo Visa atau Mastercard dan transaksi online. Mereka biasanya langsung memberi cap.
Nah nggak rumit kan? Lagi-lagi, aturan setiap negara berbeda-beda. Kita harus cek peraturannya dengan teliti. Termasuk, barang yang dilarang masuk ke negara tersebut.
Kalau kalian, ada pengalaman unik apa saat menghadapi petugas imigrasi? Boleh cerita di kolom komentar ya…
Post Terbaru:
- Menghadapi Petugas Imigrasi Saat Traveling: Memangnya Seserem Itu?
- Beranda Nusantara Kaya, Cara Saya Mengenalkan Kekayaan Indonesia Lewat Project Nyata
- Menepi Sejenak ke Masjid Terkenal di Brunei Darussalam
- Berburu Kuliner Khas Brunei Yang Cocok di Lidah Orang Indonesia: Hasil Kurasi Jujur Saya
- Keliling Bandar Seri Begawan Pakai Transportasi Publik, Mana yang paling seru?




Add comment